Rabu 03 Apr 2024 19:10 WIB

Wajib Sertifikasi Halal Dorong Peluang Produk AS Masuki Pasar Muslim

Produk AS sebagian besar masih fokus untuk masuki pasar dunia Arab.

Logo Halal
Foto: Kemenag
Logo Halal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Operasi untuk American Halal Foundation James Chambers mengatakan kewajiban sertifikasi halal mendorong peluang produk Amerika Serikat memasuki pasar negara dengan populasi Muslim terbesar seperti Indonesia dan Malaysia.

"Dorongan sebenarnya datang dari pemerintah seperti Indonesia, seperti Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) atau Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) di Malaysia, yang mewajibkan produk bersertifikat halal," ujar Chambers di Jakarta, kemarin.

Baca Juga

Chambers menilai ada peluang yang sangat besar jika perusahaan-perusahaan AS mendapatkan edukasi seputar sertifikasi halal.

Chambers juga mengatakan saat ini produk AS sebagian besar berfokus untuk memasuki pasar dunia Arab. Meski sebenarnya akan lebih baik fokus pada negara dengan populasi Muslim terbesar dunia.

Ia memandang produk pertanian dan daging sapi halal AS dapat berpotensi untuk memasuki pasar Asia. Selain itu produk ritel seperti kosmetik dengan segmen yang sangat besar dan berkembang pesat juga memiliki potensi.

"Seiring dengan semakin ketatnya peraturan dan regulasi, yang akan kita temukan adalah semakin banyak perusahaan yang beralih ke sertifikasi halal," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Manajer mutu Departemen Sertifikasi Halal ISWA Aly Ghanim menyatakan lembaga sertifikasi halal AS tidak diberi mandat khusus untuk menutup defisit perdagangan negara tersebut.

Namun menurut Ghanim, sertifikasi halal AS secara tidak langsung dapat membantu menutup kesenjangan defisit perdagangan, seiring produk AS dan sejumlah lembaga sertifikasi halal yang telah mendapat akreditasi berdasarkan standar pemerintah Indonesia melalui BPJPH.

"Hal ini akan membuat produk-produk Amerika lebih mudah diakses oleh konsumen Indonesia, dan menurut saya secara tidak langsung hal ini akan berdampak pada penutupan defisit perdagangan," kata dia.

Ghanim berpendapat produk AS berpeluang besar masuk ke pasar halal Indonesia seperti produk daging dan susu dengan kualitas tinggi.

Terdapat lima badan sertifikasi halal AS yang sudah terakreditasi oleh BPJPH di antaranya American Halal Foundation (AHF), Islamic Society of the Washington Area (ISWA) - Halal Certification Department, Islamic Society of America (ISA), Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA), dan Halal Transaction Omaha (HTO).

 

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement