Kamis 19 Oct 2023 21:14 WIB

Wamendag: Indonesia Punya Peran Strategis di Industri Fesyen Modest

Daya beli produk fesyen modest yang meningkat 6,1 persen dalam empat tahun terakhir.

Delapan desainer dan jenama busana Muslim Indonesia bersiap tampil dalam ajang bergengsi Indonesia Internasional Modest Fashion Festival (IN2MF).
Foto: IN2MF
Delapan desainer dan jenama busana Muslim Indonesia bersiap tampil dalam ajang bergengsi Indonesia Internasional Modest Fashion Festival (IN2MF).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, Indonesia dapat memainkan peran strategis dalam industri fesyen modest dunia, sehingga menjadi salah satu kiblat dunia.

Hal itu disampaikan Jerry saat membuka perhelatan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2024, di Trade Expo Indonesia, ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (19/10/2023).

Menurut Jerry, visi tersebut dapat terwujud bila setiap pemangku kepentingan dapat menjalankan tugas dan fungsinya.

"Hal ini agar mengakselerasi visi Indonesia menjadi salah satu kiblat modest fesyen dunia pada 2024. Artinya, setiap pihak diharapkan solid dan terus menjalin kolaborasi," ujar Jerry.

 

Jerry mengatakan, sektor fesyen modest merupakan industri yang saat ini berkembang pesat dan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia harus memanfaatkan peluang ini.

Salah satu bentuk dukungan pemerintah adalah pembentukan JMFW yang telah memasuki tahun ke-3 pada 2023. Menurutnya, JMFW bukan sekadar sebuah pagelaran busana, tetapi juga merupakan ekosistem fesyen modest yang melibatkan berbagai pihak dari hulu hingga hilir.

"Kita harus terus memberikan dukungan untuk mempromosikan produk-produk buatan Indonesia. Diharapkan JMFW juga dapat menjadi salah satu kontributor untuk terus mengampanyekan Bangga Buatan Indonesia, sehingga masyarakat Indonesia semakin cinta dan menggunakan produk Indonesia," katanya pula.

Berdasarkan data State of the Global Islamic Economy Report 2022, hal ini juga didorong daya beli produk fesyen modest yang meningkat 6,1 persen dalam empat tahun terakhir. Angka itu diperkirakan terus mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan jumlah konsumen/populasi.

Pada sisi lain, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar dunia menargetkan untuk dapat mendeklarasikan diri sebagai kiblat fesyen modest dunia tahun 2024.

Tren penggunaan fesyen modest semakin meluas. Saat ini, perkembangan fesyen modest mengarah kepada gaya hidup. Tidak hanya bagi negara yang mayoritas Muslim saja, tetapi lebih luas lagi, yaitu bagi pencinta fesyen secara universal.

Perhelatan JMFW tahun ini, menampilkan karya dari 214 desainer/jenama dengan sekitar 1.000 koleksi, serta perusahaan-perusahaan dari sektor pendukung lainnya, seperti kosmetika, tekstil dan garmen, alas kaki, tas, aksesoris, dan perhiasan, serta produk gaya hidup lainnya.

Kementerian Perdagangan menargetkan transaksi dagang pada JMFW yang diselenggarakan pada 19-21 Oktober 2023 senilai 2,5 juta dolar AS.

Selain pagelaran busana, JMFW juga akan menghadirkan pameran dagang, serta penjajakan bisnis (business matching). Pelaksanaan JMFW 2024 melibatkan berbagai kementerian/lembaga, seperti Kemenparekraf, Kemendikbudristek, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank Indonesia, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement