Kamis 28 Mar 2024 23:58 WIB

Survei: Masyarakat Indonesia Semakin Menyadari Pentingnya Industri Halal

Sebanyak 73 persen responden telah memahami konsep industri halal

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Hadjiah (54) pemilik UMKM Dapoer Mpok Iyah mengemas nasi box pesanan di rumahnya di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2024). UMKM Dapoer Mpok Iyah merupakan UMKM binaan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (PT JIEP) yang menjual beragam jenis makanan seperti camilan stik bawang, nasi kebuli hingga melayani jasa catering. Pembinaan yang dilakukan PT JIEP berbuah hasil bagi usahanya, selain mendapatkan bantuan modal Ia juga mendapatkan pendampingan sertifikasi halal sehingga berdampak pada peningkatan omset hingga 50 persen dari Rp500 ribu per hari, kini Rp1 juta per hari.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Hadjiah (54) pemilik UMKM Dapoer Mpok Iyah mengemas nasi box pesanan di rumahnya di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2024). UMKM Dapoer Mpok Iyah merupakan UMKM binaan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (PT JIEP) yang menjual beragam jenis makanan seperti camilan stik bawang, nasi kebuli hingga melayani jasa catering. Pembinaan yang dilakukan PT JIEP berbuah hasil bagi usahanya, selain mendapatkan bantuan modal Ia juga mendapatkan pendampingan sertifikasi halal sehingga berdampak pada peningkatan omset hingga 50 persen dari Rp500 ribu per hari, kini Rp1 juta per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laporan terbaru besutan Populix yang bertajuk "Industri Halal Indonesia" mengungkap semakin banyak masyarakat Indonesia yang menyadari pentingnya industri halal. Para responden pun sangat mendukung Indonesia menjadi pusat halal dunia.

Sebanyak 73 persen responden telah mengetahui dan memahami konsep industri halal dengan baik. Aktivitas mencari informasi tentang industri halal melalui media sosial juga semakin meningkat, mencerminkan peran penting media sosial dalam memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang industri halal. 

Sejumlah 80 persen responden meyakini industri halal memberikan kontribusi positif pada perekonomian negara. Meskipun kesadaran akan Kawasan Industri Halal masih terbatas.  tetapi mayoritas responden percaya Indonesia punya potensi besar bersaing secara global.

"Keyakinan yang kuat dalam kontribusi positif industri halal terhadap ekonomi negara juga tercermin dalam hasil penelitian kami. Masyarakat optimis bahwa pengembangan industri halal dapat mendukung visi Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia," ujar head of research Populix, Indah Tanip, melalui pernyataan resminya.

 

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia telah menapaki langkah yang kokoh menuju pusat industri halal global. Proyeksi pertumbuhan populasi Muslim yang terus meningkat hingga 2050, menjadikan itu sebagai kekuatan utama Indonesia dalam perdagangan produk halal di tingkat internasional. 

Pemerintah Indonesia juga telah mengambil langkah konkret dalam mendukung pengembangan industri halal, salah satunya melalui promosi dan pemasaran produk halal di pasar global. Dengan komitmen serius ini, diharapkan Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar dalam industri halal di tahun-tahun mendatang.

Berangkat dari temuan hasil studinya, Populix merekomendasikan para pengusaha untuk semakin meningkatkan kualitas produk, pemasaran, dan promosi. Begitu juga inovasi produk, kemitraan, kolaborasi, serta memastikan adanya sertifikasi halal yang sesuai dengan ketentuan pemerintah Indonesia. 

"Sementara itu, di sisi pemerintah perlu adanya peningkatan dukungan pada peraturan dan kebijakan yang mendukung, pendidikan dan pelatihan, pengembangan infrastruktur, dan promosi internasional," ujar Indah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement