Jumat 15 Mar 2024 19:30 WIB

Sukuk Negara Digunakan Bangun Dua Gedung Kampus Itera

Ini adalah modal dasar fisik PTN menghasilkan SDM iptek yang unggul.

Institut Teknologi Sumatera (Itera)
Foto: Dok. Humas Itera
Institut Teknologi Sumatera (Itera)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyebutkan pembangunan dua gedung baru yang diresmikan dari pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI mencapai Rp 154,5 miliar.

Dekan Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan Itera Arif Rohman selaku penanggung jawab anggaran, di Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (15/3/2024), mengatakan, dua fasilitas baru yang diresmikan yaitu Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 dan Laboratorium Teknik (Labtek).

Baca Juga

"Pembangunannya menggunakan dana SBSN Kemenkeu dengan skema Multi Years Contract (MYC) Tahun 2022-2023," kata Arif.

Rektor Itera Prof  I Nyoman Pugeg Aryantha menyampaikan peresmian GKU 2 dan Labtek 4 merupakan modal dasar fisik PTN ini untuk mengemban amanah dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. "Itera masih akan terus membangun sesuai masterplan pengembangan kampus, karena hingga saat ini baru sekitar 30 persen sarana fisik Itera yang sudah terbangun," ujarnya. 

Ia berterima kasih kepada kementerian terkait dan seluruh jajaran yang mendukung kelancaran pembangunan GKU 2 dan Labtek 4 yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Itera. "Melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang dilakukan Itera, maka akan menjadi modal membangun Provinsi Lampung dan Sumatra. Kami mengapresiasi pembangunan melalui skema SBSN dan mahasiswa untuk merawat modal dasar yang diberikan kepada Itera," ujar Nyoman.

Saat ini, lanjut dia, GKU 2 sudah dimanfaatkan sebagai tempat perkuliahan mahasiswa. Namun Itera juga masih mempunyai pekerjaan rumah untuk melengkapi sarana dan prasarana pendukung praktikutm di Labtek 4.

"Kami harap pemerintah terus berkomitmen membangun perguruan tinggi guna peningkatan kualitas SDM  dan teknologi. Sebab rasio penduduk dibanding kemajuan Iptek menentukan kemajuan bangsa untuk mengejar ketertinggalan," kata Nyoman.

 

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement