Sabtu 30 Mar 2024 17:17 WIB

Smesco Buka Peluang Kuliner UMKM Masuk Pasar Inggris Raya Lewat Halal Expo

Tantangan utama produk kuliner UMKM ke Inggris Raya ialah isu keamanan pangan.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi
Pengunjung melintas di dekat logo halal saat Festival Halal Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/12/2022).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pengunjung melintas di dekat logo halal saat Festival Halal Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/12/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Smesco Indonesia menggandeng Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris untuk Indonesia, guna mengangkat kuliner Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam ajang Halal Expo yang rutin digelar di Inggris. Maka, kesempatan bagi UMKM makanan masuk pasar internasional pun, dinilai semakin terbuka.

"Ada satu permintaan dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang disampaikan dan ditindaklanjuti British Embassy di Indonesia sampai sekarang, yaitu bagaimana produk makanan Indonesia, terutama makanan halal, Indonesia bisa masuk ke Inggris Raya," ujar Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Indonesia Wientor Rah Mada dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (30/3/2024).

Baca Juga

Ia menyebutkan, salah satu yang menarik di Inggris yaitu Halal Expo. Smesco, kata dia, sebetulnya sudah didorong terus oleh British Embassy agar memasukan produk UMKM ke pameran tersebut.

Smesco, sambung dia, memiliki informasi kalau Halal Expo di Inggris bagus sebagai titik masuk ekspor produk kuliner Indonesia, ke dalam jejaring rantai pasok lebih luas. "Tantangan ekspor produk kuliner UMKM ke Inggris Raya yang utama yaitu keamanan pangannya. Standar keamanan pangannya harus betul-betul diterapkan baru kita bisa masuk ke dalam Halal Expo di Inggris, kita coba dobrak, ini pasar yang luar biasa besar," tutur Wientor.

 

Head of Low Carbon British Embassy of Indonesia Lanto Jones mengungkapkan, kolaborasi antara Smesco Indonesia, British Embassy, dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), diharapkan mampu menghasilkan sinergi bagi industri makanan dan minuman Indonesia. Terutama dalam konteks pengembangan pasar internasional dan peningkatan kualitas produk.

"Sebagai prioritas, Inggris dan Indonesia berupaya meningkatkan investasi dan perdagangan yang memiliki potensi ekonomi berkelanjutan. Ini untuk memacu kemakmuran, meningkatkan lanskap bisnis global, dan memperkuat hubungan bilateral kedua negara," ujar dia.

Sementara, Manager Program Future Citiies, FCDO Kedutaan Inggris Raya Barikatul Hikmah Albar Salim menambahkan, tantangan bisnis yang dihadapi bagi kedua negara yaitu ketika UMKM akan memasukkan produk ke Inggris. Isu terberat yakni tentang standar keamanan pangan yang diberlakukan otoritas Inggris, sementara pengusaha Inggris saat memasukan barang ke Indonesia titik beratnya lebih ke ketentuan mengenai halal.

"Dari Inggris sendiri sudah menjelaskan, UMKM atau perorangan itu bisa masuk ke pasar UK, selama persyaratannya terpenuhi. Jadi, UMKM ini kebanyakan perorangan dan skalanya kecil, itu ada potensi untuk bisa masuk UK. Diharapkan Smesco bisa bisa mendorong UMKM untuk mencoba memasuki pasar UK yang awalnya dari Trade Expo itu dulu," jelas dia. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement