Senin 26 Feb 2024 14:26 WIB

Bank Indonesia Optimistis Ekonomi Syariah Bisa Tumbuh Hingga 5,5 Persen

Pertumbuhan tersebut akan tercapai dengan strategi yang kuat.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung.
Foto: Republika/Prayogi
Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, ekonomi syariah Indonesia pada 2024 akan terus tumbuh. Deputi Gubernur BI Juda Agung optimistis pertumbuhan tersebut akan tercapai dengan strategi yang kuat dengan pihak terkait.

"Tahun ini kami perkirakan ekonomi syariah akan tumbuh sebesar 4,7 sampai 5,5 persen," kata Juda dalam acara Peluncuran Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2023 dan Sharia Economic and Financial Outlook (SHeFO) 2024 di Gedung BI, Senin (26/2/2024).

Baca Juga

Tak hanya itu, Juda menuturkan dari sisi pembiayaan melalui perbankan syariah juga masih akan meningkat pada tahun ini. Juda menjelaskan, pembiayaan perbankan syariah  diperkirakan terus tumbuh pada kisaran 10-22 persen.

Terlebih, Juda menyebut ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia pada 2023 mencapai momentum yang sangat positif. "Kita sekarang berada di peringkat tiga naik satu tingkat dari tahun sebelumnya, dari pariwisata ramah Muslim berada di peringkat pertama dalam Global Muslim Travel Index 2023," jelas Juda.

 

Dari sisi keuangan, Juda mengungkapkan peran perbankan syariah dalam pembiayan ekonomi terus mengalami peningkatan. Pada 2023, Juda menuturkan, pertumbuhan pembiayaan syariah di sektor riil tumbuh 15,8 persen di atas pertumbuhan kredit dan pembiayaan sektor riil secara keseluruhan yang tumbuh sekitar 10,5 persen.

Dalam kinerja keuangan sosial syariah yakni zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) tumbuh positif. "Bahkan inovasi-inovasi yang kita lakukan dalam pengembangan isntrumen keuangan syariah seperti Cash Waqf Linked Sukuk diakui dunia internasional sebagai inovasi yang mempunya dampak positif ekonomi syariah," ungkap Juda.

Di tengah capaian tersebut, Juda menuturkan perjalanan Indonesia masih sangat panjang. Juda mengatakan saat ini masih dihadapkan meningkatkan produksi dan ketersediaan produk halal di Indonesia.

Mendorong tumbuhnya inovasi keuangan syariah juga masih menjadi pekerjaan rumah (PR) utama. "Inovasi di keuangan syariah terus dilakukan. Sudah dipayungi juga dengan UU P2SK banyak ruang inovasi yang bisa dilakukan dengan keuangan syariah," jelas Juda.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement