Rabu 20 Dec 2023 18:06 WIB

Kemendag: RI Deklarasi Sebagai Pusat Fesyen Muslim Dunia 2024

Indonesia ingin mendominasi panggung modest fesyen global.

Produk modest fashion dalam Festival Scarf 2023 di PIM, Jakarta Selatan, Rabu (5/7/223).
Foto: Republika/Umi Nur Fadhilah
Produk modest fashion dalam Festival Scarf 2023 di PIM, Jakarta Selatan, Rabu (5/7/223).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan Indonesia akan mendeklarasikan diri sebagai pusat fesyen Muslim dunia pada 2024. Hal itu sejalan dengan upaya terus menerus seluruh pihak untuk memasarkan produk-produk halal Tanah Air ke global.

"Sesuai dengan amanah Pak Wapres dengan Pak Presiden tentunya, tahun depan kita akan mendeklarasikan menjadi pusat fesyen modest dunia," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi saat publikasi kinerja ekspor produk halal Indonesia di Jakarta, kemarin.

Baca Juga

Kemendag bersama Bank Indonesia dan Kemenkop UKM terus giat mempromosikan fesyen Indonesia ke level internasional. Modest fashion merupakan gaya berpakaian yang menekankan busana yang lebih tertutup dan tidak terlalu menampilkan lekuk tubuh yang berlebihan. Konsep modest fashion ini kemudian menjadi populer karena mampu memadukan nilai-nilai religius dengan fesyen.

"Saya, dari BI juga dan dari Kemnkop UKM mempromosikan terus fesyen-fesyen Muslim ke pasar global," ucap Didi.

 

Didi mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan dengan mengikutsertakan fesyen dalam negeri untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai pekan fesyen ternama. Di antaranya New York Fashion Week, Paris Fashion Week, London Fashion Week, dan Jakarta Muslim Fashion Week.

Ia menegaskan, Indonesia ingin mendominasi panggung global, dengan fokus pada pasar-pasar yang dianggap kunci untuk mendukung eksistensi fesyen Muslim Indonesia di kancah internasional. “Kami akan mengangkat modest fashion kita atau Muslim fesyen kita di kancah internasional karena kita mengikutinya di platform-platform fashion week dunia yang memang terkenal," kata Didi.

Menurutnya fesyen modest ​​​​​​​dan fesyen Muslim ​​​​​​​hanya memiliki perbedaan utama yang terletak pada hijab. Fesyen tanpa hijab disebut fesyen modest ​​​​​​, sementara dengan hijab disebut fesyen Muslim ​​​​​.

Di tempat yang sama, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Arief Hartawan mengatakan bahwa BI siap mendukung visi Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia.

Menurut Arief, dengan desainer Indonesia dan kekayaan wastra Tanah Air dapat membuat Indonesia bersaing di panggung fesyen global. "Desainer-desainer kita, bahannya, wastra Indonesia itu luar biasa dari Sabang sampai Merauke. Mau kain tenun, batik, itu bisa dimodifikasi menjadi sesuatu yang sangat penting," kata Arief.

Ia berharap agar Indonesia Fashion Week Modest Fashion nantinya dapat diakui di kalender fesyen global dalam menciptakan dampak positif di dunia fesyen internasional.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement