Selasa 12 Dec 2023 16:50 WIB

Sertifikasi UMKM untuk Wujudkan Sumbar Pusat Industri Halal

Ada 600 ribu UMKM di Sumbar, tapi baru sekitar 22 ribu UMKM yang berserifikat halal.

Petugas Kemenag Sumbar melayani pelaku UMKM yang ingin mendapatkan sertifikasi halal saat pameran UMKM di Padang, Sumatra Barat, Jumat (30/9/2022) (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Petugas Kemenag Sumbar melayani pelaku UMKM yang ingin mendapatkan sertifikasi halal saat pameran UMKM di Padang, Sumatra Barat, Jumat (30/9/2022) (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi menekankan pentingnya sertifikasi halal bagi UMKM untuk mewujudkan daerah itu sebagai pusat industri halal nasional.

"Industri halal sudah menjadi sebuah gaya hidup tidak hanya di Indonesia tetapi di dunia. Sumbar adalah daerah yang potensial menjadi pusat industri halal nasional, karena itu kita harus memperkuat UMKM melalui sertifikasi," kata Mahyeldi di Padang, Selasa (12/12/2023).

Baca Juga

Ia mengatakan itu saat menghadiri agenda Lokakarya Sertifikat Halal Self-Declare dan Seremonial Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi UMKM Binaan Bank Central Asia (BCA) di Kota Padang yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Mahyeldi menegaskan, Pemprov Sumbar terus berkomitmen untuk menjadikan Sumbar sebagai pusat industri halal di Indonesia karena memiliki potensi yang dibutuhkan, serta mendapat kepercayaan dan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Ia mengapresiasi BCA yang terus mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi halal di Indonesia, khususnya di Sumatra Barat. Terutama penyelenggaraan Workshop Sertifikasi Halal gratis bagi UMKM binaan BCA di Kota Padang, serta kepada Kementerian Koperasi dan UKM yang terus memberikan perhatian kepada Sumbar.

Mahyeldi mengatakan saat ini diperkirakan jumlah UMKM Sumbar sudah mencapai 600 ribu unit usaha. Namun, yang telah memiliki sertifikat halal baru menyentuh angka sekitar 22 ribu UMKM dan 3.000 unit usaha lainnya sedang berproses untuk mendapatkan sertifikat halal.

"Oleh karena itu, kita butuh dukungan banyak pihak dalam meningkatkan jumlah UMKM berlabel halal di Sumbar," ujarnya.

Mahyeldi menyebutkan, gaya hidup halal bukan sekadar menjadi gaya hidup baru tetapi juga mencakup pola hidup sehat yang dimulai dari gaya berpakaian, menggunakan kosmetik, serta barang kebutuhan lainnya yang sesuai dengan syariat dan ketentuan halal dalam Islam. "Karena higenis dan sehat tidak hanya dari gaya, tapi juga harus sesuai dengan syariat Islam," kata Mahyeldi .

Ia berharap melalui pelatihan yang dilaksanakan UMKM di Sumbar dapat melakukan pendaftaran sertifikasi halal self-declare secara mandiri untuk produk-produknya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar, Endrizal mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah UMKM yang memiliki sertifikasi halal dengan berbagai cara. Ia mengatakan sosialisasi terus digalakkan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran pada pelaku UMKM akan pentingnya sertifikasi halal.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement