Selasa 05 Dec 2023 02:15 WIB

Wisata Halal Musim Libur Tahun Baru, Sandiaga: Di Indonesia Saja

Sudah banyak destinasi wisata Tanah Air yang memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/8/2023).
Foto: Republika/Dessy Suciati Saputri
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak masyarakat untuk berwisata ke berbagai destinasi wisata halal di Indonesia. Sebab, perkembangan wisata halal atau yang sering disebut destinasi ramah Muslim sudah tersedia banyak di Indonesia. 

"Pariwisata halal sudah tersedia di Indonesia, berwisata di Indonesia aja," kata Sandiaga di Jakarta, Senin (4/12/2023). 

Baca Juga

Ia mencontohkan, seperti Desa Wisata Penglipuran, Bali yang menjadi desa wisata terbaik di Indonesia bahkan sudah dilengkapi dengan fasilitas ibadah mushala. Hal itu tentunya bukan lagi menjadi hambatan bagi komunitas Muslim untuk berwisata ke Bali. 

Meskipun, seperti diketahui, konsep inti dari wisata halal terbuka untuk semua golongan masyarakat karena menitikberatkan pada layanan jasa tambahan. Selain itu, wisata halal juga menekankan pada aspek kebersihan yang sejatinya menjadi kebutuhan semua wisatawan.

 

Selain itu, khusus bagi masyarakat Muslim, Sandiaga mengungkapkan saat ini banyak pula masjid-masjid yang telah menjadi tujuan wisata. Hal itu bisa menjadi pilihan bagi mereka yang akan berlibur di akhir tahun. 

"Ada wisata berbasis masjid, maka seandainya dalam perjalanan ke Yogyakarta atau ke Bandung, kunjungilah beberapa masjid dalam perjalanan. Ini juga adalah wisata ramah Muslim," ujarnya. 

Sebagai informasi, Indonesia juga telah meraih peringkat pertama dalam Global Muslim Travel Index (GMTI). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebut penghargaan tersebut menjadi bukti upaya bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan wisata halal di Indonesia.

Indonesia juga terus berkomitmen dengan pengembangan pariwisata ramah muslim sehingga dapat diapresiasi oleh dunia internasional. Ini membuat posisi Indonesia naik dari peringkat dua tahun 2022 ke peringkat pertama pada 2023 ini.

Indonesia berada di peringkat pertama bersama dengan Malaysia yang juga punya nilai sama tahun ini. Indonesia pernah menjadi peringkat pertama pada 2019 dan Malaysia konsisten di peringkat satu sejak 2015. Posisi selanjutnya ditempati Arab Saudi, Uni Emirate Arab, Turki, Qatar, Iran, Yordania, Bahrain, Mesir, Kuwait, Singapura.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement