Senin 04 Dec 2023 16:56 WIB

Wisata Religi Hingga Pantai Cantik Thailand, Ada Pattani yang Larang Tempat Maksiat

Pattani ialah salah satu wilayah yang memiliki populasi Muslim terbesar di Thailnd.

Rep: Santi Sopia/ Red: Friska Yolandha
Pelancong bisa melakukan wisata religi, kuliner halal dan keindahan alam di Thailand Selatan. Ada Pattani yang melarang tempat maksiat, judi dan punya mall wakaf pertama di dunia. Wilayah ini juga dikelilingi beberapa pantai.
Foto: Republika/Santi Sopia
Pelancong bisa melakukan wisata religi, kuliner halal dan keindahan alam di Thailand Selatan. Ada Pattani yang melarang tempat maksiat, judi dan punya mall wakaf pertama di dunia. Wilayah ini juga dikelilingi beberapa pantai.

REPUBLIKA.CO.ID, OLEH SANTI SOPIA

BANGKOK -- Wangi rempah khas Timur Tengah dalam masakan Gulai Kawah begitu tercium ketika memasuki salah satu restoran halal di Pattani, Thailand Selatan. Gulai daging kawah ini terbuat dari daging kambing dengan cita rasa kuah gulai penuh bumbu dan sedikit pedas.  

Baca Juga

Nama restorannya adalah Bakkahland resort yang juga dikenal sebagai perkampungan serambi Makkah. Nuansa restorannya dibuat Islami dengan sejumlah dekorasi bertuliskan Arab.

Mengapa Serambi Makkah? Pattani memang merupakan salah satu wilayah yang memiliki populasi Muslim paling banyak di Thailand. Di sana, bisa ditemukan sejumlah institusi pendidikan Islam maupun masjid-masjid yang berdiri di pinggiran jalan. 

 

Jejak penyebaran agama Islam masih terasa kental di sejumlah wilayah Thailand Selatan. Wilayah Thailand Selatan diketahui pernah menjadi persinggahan para pedagang Timur Tengah yang juga menyebarkan agama Islam, termasuk ke Indonesia.

Kini Thailand Selatan kian banyak diminati wisatawan, terutama setelah kejadian konflik yang kerap terdengar perlahan mulai hilang. Hal ini berkat pemerintahan yang dianggap semakin akomodatif. 

Tak ada lagi terlihat letupan konflik dan kekerasan di Thailand selatan, berbagai etnis dan budaya dan agama daro warga Thai, Melayu, Tionghoa, hidup saling berdampingan. Kendati masih terasa sedikitnya kontrol dari pemerintah yang umumnya mayoritas etnis Thai dan beragama Buddha. 

Namun bingkai kontrol itu cukup terbilang wajar dengan sistem otonomi yang membuat kekuatan lokal dapat menentukan pemerintahan daerah lokal, meskipun dalam bingkai ketetapan pemerintah pusat. Gubernur Pattani, Patimoh Sadeeyamu, yang merupakan gubernur perempuan Islam pertama di Tthailand, mengaku tentu menyambut baik jika wisatawan asal Indonesia ramai berkunjung ke sana.

“Kami ada masjid, pelancongan pantai, hotel, restoran yang bisa dinikmati wisatawan,” kata Patimoh dalam acara lawatan. media Malaysia dan Indonesia ke Thailand Selatan.

Ada 700 ribu penduduk di Pattani dengan 90 persennya merupakan warga Muslim. Pattani juga diketahui punya kebijakan melarang tempat wisata maksiat, judi, atau bisa juga disebut seperti Acehnya Indonesia.

Bahkan para tokoh di sana juga mengharapkan kebangkitan Islam yang berasal dari Asia. Pattani juga memiliki Asean Mall yang merupakan mesjid wakaf pertama di dunia, dan saat ini masih terus dalam proses pengembangan.

Di mal ini, dipastikan semua makanan yang dijual adalah halal. Begitu juga produk-produk kemasan yang telah disertifikasi halal oleh majelis keagamaan di sana.

Pattani juga merupakan wilayah yang dikelilingi wisata pantai yang mempopulerkan istilah sweet salt alias garam manis yang bisa dinikmati bersama aneka hidangan laut. Sembari menikmati keindahan hutan bakau, pelancong bisa melihat budidaya sweet salt yang produknya juga kerap diekspor ke luar negeri.

Tak jauh dari Pattani....

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement