Sabtu 30 Sep 2023 15:40 WIB

Dukung Ekosistem Halal, MES Luncurkan Aplikasi KeSya

KeSya bantu pemenuhan akuntabilitas dan transparansi bisnis mitra dan binaan MES.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) meluncurkan aplikasi KeSya di acara Sharia Economic Leaders Forum (SELF) di Plaza Mandiri, Jakarta, Sabtu (30/9/2023).
Foto: Dok Staff Media Sekretariat MES
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) meluncurkan aplikasi KeSya di acara Sharia Economic Leaders Forum (SELF) di Plaza Mandiri, Jakarta, Sabtu (30/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) hari ini (30/9/2023) resmi meluncurkan aplikasi keuangan syariah (KeSya). Sekretaris Jenderal MES Iggi H Achsien mengatakan pengembangan ekosistem halal di Indonesia perlu didukung dengan proses digitalisasi secara masif ke sektor-sektor potensial.

"KeSya menjadi aplikasi yang hadir untuk membantu menjawab tantangan perihal pemenuhan aspek akuntabilitas dan transparansi bisnis yang dihadapi oleh pelaku usaha binaan dan mitra kerja MES," kata Iggi dalam acara Sharia Economic Leaders Forum (SELF) di Plaza Mandiri, Sabtu (30/9/2023).

Baca Juga

Dia menjelaskan, aplikasi tersebut dalam dimanfaatkan oleh pelaku binaan dan mitra kerja MES mulai dari pelaku UMKM, usaha berbasis masjid, dan pesantren. Selain itu juga lembaga keuangan mikro syariah yang berada di berbagai wilayah di Indonesia.

Iggi menilai, perangkat pendukung seperti aplikasi pencatatan keuangan menjadi hal penting. "Ini agar proses bisnis yang dilakukan dalam ekosistem halal di Indonesia dapat akuntabel dan transparan," ucap Iggi.

 

Terlebih, Iggi mengatakan, transformasi digital merupakan langkah penting dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Di sisi lain, dia menyebut, dalam proses pengembangannya, ekosistem ekonomi dan keuangan syariah khususnya pada sektor-sektor potensial seperti lembaga keuangan mikro syariah, UMKM halal, unit usaha pesantren dan masjid, serta lembaga keuangan sosial masih dihadapkan dengan sejumlah tantangan terutama dalam aspek akuntabilitas dan transparansi dalam aktivitas keuangannya.

"Berangkat dari tantangan tersebut, MES secara resmi meluncurkan aplikasi KeSya," kata Iggi.

Dia menambahkan, sektor usaha mikro kecil (UMK) saat ini bertumbuh kian pesat pascacovid-19 sehingga perlu terus didukung agar dapat tumbuh berkelanjutan. Salah satunya dengan penyediaan aplikasi keuangan yang dapat menunjang aspek profesionalismenya.

KeSya merupakan aplikasi keuangan syariah yang bertujuan untuk menyederhanakan pencatatan transaksi keuangan berbasis digital. Selain itu juga memberikan akses ke berbagai laporan keuangan, termasuk laporan arus kas, neraca, dan rugi laba.

Keunikan aplikasi KeSya terletak pada pendekatan sistemnya yang mengacu pada prinsip-prinsip akuntansi syariah. Fokus utama implementasi KeSya adalah di entitas syariah seperti pengelolaan

keuangan untuk manajemen masjid dan pesantren, pelaku usaha UMK, lembaga keuangan mikro syariah, lembaga keuangan sosial, serta lembaga nonprofit lainnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement