Kamis 25 Jul 2024 19:49 WIB

Semester I 2024, BTN Syariah Bukukan Lonjakan Laba Bersih Hingga Rp 370 Miliar

Aset BTN Syariah berhasil tumbuh 20 persen yoy menjadi Rp 56 triliun.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Gita Amanda
BTN Syariah membukukan lonjakan kinerja sepanjang semester I 2024. (ilustrasi)
Foto: Dok Republika
BTN Syariah membukukan lonjakan kinerja sepanjang semester I 2024. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BTN Syariah membukukan lonjakan kinerja sepanjang semester I 2024. Laba bersih Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN ini melompat 31,7 persen menjadi Rp 370 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 281 miliar. 

"Capaian positif BTN Syariah tersebut didukung pertumbuhan bisnis yang stabil," kata Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu melalui siaran pers, Kamis (25/7/2024).

Baca Juga

Pada semester I/2024, pembiayaan syariah tercatat tumbuh sekitar 22 persen yoy menjadi Rp41 triliun dibandingkan akhir Juni 2023 sebesar Rp 34 triliun.  Sementara total DPK yang berhasil dihimpun BTN Syariah sepanjang semester I/2024 mencapai Rp 46 triliun atau  tumbuh 32 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 35 triliun.

"Dengan capaian tersebut, aset BTN Syariah berhasil tumbuh 20 persen yoy menjadi Rp 56 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 46 triliun," ujar Nixon.

Adapun, induknya BTN mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai sekitar Rp 352,06 triliun sepanjang semester I/2024. Perolehan tersebut tumbuh 14,4 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 307,66 triliun.

Nixon mengungkapkan, penyaluran kredit dan pembiayaan perumahan masih mendominasi total kredit dan pembiayaan perseroan pada semester I/2024. Adapun kredit dan pembiayaan perumahan yang disalurkan BTN hingga akhir Juni 2024 mencapai Rp 299,24 triliun.

Dari jumlah tersebut KPR Subsidi pada semester I/2024 masih menjadi kontribusi terbesar dengan nilai mencapai Rp 171,01 triliun tumbuh 12,4 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 152,16 triliun. Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 12 persen yoy menjadi Rp 101,76 triliun pada semester I/2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 90,83 triliun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement