Jumat 11 Aug 2023 17:09 WIB

Perkuat Literasi, BSI Dekatkan Perbankan Syariah ke Mahasiswa

BSI berkomitmen terus memperkuat dan memperluas literasi keuangan syariah.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ahmad Fikri Noor
Suasana gedung Bank Syariah Indonesia di Jakarta.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Suasana gedung Bank Syariah Indonesia di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen terus memperkuat dan memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah khususnya perbankan syariah di kalangan perguruan tinggi dan mahasiswa. Komitmen ini salah satunya diwujudkan melalui program School Visit to BSI.

Terbaru, BSI menerima kunjungan dari mahasiswa Politeknik Negeri Semarang yang melaksanakan program Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Dalam kesempatan ini, perseroan mengajak mahasiswa untuk melihat lebih dekat bagaimana kegiatan dan lingkungan kerja di kantor BSI. Corporate Secretary BSI Gunawan Arif Hartoyo mengatakan, BSI menerima kunjungan mahasiswa dari Politeknik Negeri Semarang sebagai salah satu bentuk nyata BSI dalam upaya implementasi Islamic Ecosystem.

Baca Juga

“Pesertanya berasal dari sekolah, pesantren, atau perguruan tinggi yang akan diajak untuk mengenal perbankan syariah lebih dekat sebagai bentuk literasi keuangan syariah,” ungkap Gunawan dalam keterangan, Jumat (11/8/2023).

Sebanyak 56 mahasiswa Jurusan Akuntansi Program Studi Perbankan Syariah dan dua dosen pendamping berkesempatan untuk mengunjungi Kantor Pusat BSI di Gedung The Tower Jakarta Selatan. Para mahasiswa diperkenalkan mengenai Islamic Ecosytem Solution Group (ISE) serta diberikan materi edukasi dan literasi tentang perbankan syariah, perbedaan dengan bank konvensional, dan pentingnya menabung sejak dini.

Di sesi pemaparan materi, BSI juga menyampaikan akan terus melakukan pengembangan guna meningkatkan kemudahan layanan transaksi bagi semua nasabah lewat digitalisasi, salah satunya untuk produk Tabungan Anak BSI. Beberapa keunggulan yang bisa didapatkan nasabah, antara lain proses pembukaan rekening tabungan anak yang lebih cepat dan mudah serta pembentukan rekening tabungan secara real time. Selain itu, bagi nasabah orang tua yang belum memiliki rekening di bank secara otomatis akan mendapatkan rekening BSI Tabungan EASY dan juga secara otomatis nasabah anak juga dapat langsung menggunakan fasilitas BSI Mobile.

“Selain School Visit to BSI, BSI juga memiliki Program Digitalisasi Tabungan Anak untuk membiasakan budaya menabung sejak dini melalui kegiatan edukasi dan percepatan akses membuka rekening bagi anak-anak. Dengan adanya program ini, pembukaan Tabungan Anak BSI dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun tanpa perlu datang ke cabang. Hal ini sejalan dengan transformasi BSI menuju digitalisasi Financial Solution Banking dengan menggunakan channel BSI Mobile”, kata Gunawan. 

BSI berharap dengan adanya digitalisasi dalam proses pembukaan rekening tabungan anak terutama BSI Tabungan Junior dan BSI Tabungan Haji Muda dapat mempermudah literasi keuangan untuk persiapan kebutuhan di masa mendatang. Dalam kunjungan mahasiswa Politeknik Negeri Semarang ke BSI kantor cabang The Tower, mahasiswa diajak untuk melihat langsung proses kerja di kantor cabang dari mulai pembukaan rekening, setoran di teller, penarikan dan setoran di mesin ATM serta penggunaan BSI Mobile. Kemudian diakhiri dengan mengajak mahasiswa kunjungan ke BSI Prioritas Kantor Cabang The Tower untuk mendapatkan pengalaman layanan nasabah prioritas di Bank Syariah Indonesia.

“Kami berharap dengan adanya kunjungan ini BSI dapat meningkatkan literasi para mahasiswa mengenai keuangan syariah serta meningkatkan minat mereka pada perbankan syariah. Harapannya nantinya perbankan syariah diisi oleh SDM-SDM yang unggul dan memiliki kapasitas serta kapabilitas untuk mengembangkan perbankan syariah nasional,” ujar Gunawan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement