Kamis 08 Jun 2023 13:58 WIB

Wapres Sebut Kepri Pionir Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah, Ini Alasannya

Pariwisata ramah Muslim di Kepulauan Riau patut menjadi prioritas.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Lida Puspaningtyas
Wakil Presiden Maruf Amin saat meresmikan operasional Bank Riau Kepri (BRK) Syariah di Riau.
Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Wakil Presiden Maruf Amin saat meresmikan operasional Bank Riau Kepri (BRK) Syariah di Riau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin menyebut Provinsi Kepulaun Riau (Kepri) menjadi salah satu daerah pionir pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Hal ini karena berbagai capaian Kepri dalam mengembangkan sektor keuangan syariah, industri halal sosial syariah, dan bisnis syariah.

Kiai Ma'ruf menyampaikan, Kepri memiliki Bintan Inti Halal Hub yang merupakan salah satu dari tiga Kawasan Industri Halal yang ada di Indonesia. Kepri juga telah berhasil mengonversi Bank Riau Kepri menjadi Bank Riau Kepri Syariah setahun lalu yang kini juga telah menunjukkan peningkatan.

"Sejumlah capaian ini menjadikan Kepulauan Riau layak disebut sebagai salah satu pionir dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air," ujar Kiai Ma'ruf saat mengukuhkan KDEKS di Kepri, Kamis (8/6/2023).

Kiai Ma'ruf melanjutkan, ini juga ditambah dengan pengembangan ekosistem halal value chain juga mulai berjalan. Telah terbentuk tiga Lembaga Pendamping Produk Proses Halal, yang keberadaannya penting dalam bisnis proses sertifikasi halal.

Selain itu, terdapat pula program pengembangan ekonomi pesantren melalui jaringan HEBITREN yang anggotanya cukup banyak, termasuk terbentuknya Koperasi Konsumen Sekunder.

Karena itu, Kiai Ma'ruf berharap berbagai capaian ini terus dijaga bahkan ditingkatkan. Pengukuhan KDEKS Kepri pun diharapkan makin meningkatkan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kepri.

"Terus kaji dan gali potensi ekonomi dan keuangan syariah yang unggul di wilayah ini," ujarnya.

Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah ini menilai, Kepri memiliki potensi besar di sektor wisata yang dapat dikembangkan menjadi pariwisata ramah Muslim.

Hal ini seiring dengan Indonesia yang baru saja ditetapkan sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia tahun 2023 menurut standar Global Muslim Travel Index (GMTI), mengungguli 138 destinasi dari seluruh dunia.

"Saya kira pencapaian yang baik ini harus terus kita kelola dan tingkatkan dalam kerangka pengembangan pariwisata ramah muslim. Pariwisata ramah muslim di Kepulauan Riau patut menjadi prioritas," ujarnya.

Terlebih pada 2018, Kepulauan Riau telah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 Destinasi Halal Prioritas Nasional.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement