Rabu 24 Apr 2024 07:05 WIB

Perkuat Ekonomi Syariah, Wapres Minta KDEKS Jabar Susun Rencana Aksi

Ma’ruf menyarankan KDEKS Jabar menyusun rencana aksi.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ahmad Fikri Noor
Wapres KH Maruf Amin
Foto: Setwapres
Wapres KH Maruf Amin

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menyaksikan pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Barat. Dalam momen tersebut, Ma’ruf menyarankan KDEKS Jabar menyusun rencana aksi dan rencana evaluasi untuk menjadi panduan dalam menjalankan program yang disusun.   

“Saya minta KDEKS Jawa Barat untuk menyusun rencana aksi dengan target yang terukur serta berkesinambungan, termasuk mensinergikannya dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah periode tahunan, jangka menengah, maupun jangka panjang,” kata Ma’ruf di Bandung, Selasa (23/4/2024).

Baca Juga

Ma’ruf mengatakan, dalam rencana aksi tersebut, penting halnya untuk memasukkan keunikan daerah masing-masing ke dalam rencana kerja. Sebab, keunggulan suatu daerah berbeda dengan daerah lain. Dengan demikian, potensi lokal dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekosistem syariah dan menopang ketahanan ekonomi lokal. 

“Saya minta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tetap selaras dan sinergis dengan prioritas pembangunan, kekhasan dan keunggulan daerah, serta kekayaan sumber daya alam dan keragaman budaya,” ucap Wapres.   

Di sisi lain, Ma’ruf menakankan rencana kerja juga harus holistik. Meliputi rencana pengembangan kapasitas sumber daya manusia pada unsur terkait dan peningkatan literasi di masyarakat, tidak berfokus pada program semata.  

“Siapkan dan kembangkan kapasitas sumber daya manusia ekonomi syariah, serta terus pacu literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah di masyarakat. Lakukan kolaborasi multipihak, termasuk dengan dunia pendidikan dan kalangan pemuka agama,” ungkap Wapres.   

Ma’ruf kemudian memberikan motivasi kepada seluruh jajaran pengurus KDEKS Provinsi Jabar untuk terus bekerja secara optimal sehingga hasilnya dapat dirasakan tidak hanya di Jabar, tetapi juga secara nasional dan internasional. 

Sebelumnya, Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin menyampaikan, potensi ekonomi dan keuangan syariah di Jabar sangat besar. Tidak hanya dari sisi program, tapi juga dari sisi pembangunan kapasitas sumber daya manusia. 

“Kami sampaikan di sini bahwa perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Barat memiliki potensi yang besar. Di sektor perbankan, di tahun 2023 total aset bank syariah di Jawa Barat mencapai Rp 843 triliun dengan pangsa pasar mencapai 15 persen dari total aset bank umum di Jawa Barat,” kata Bey. 

Saat ini menurut Bey terdapat empat perguruan tinggi negeri dan tiga perguruan tinggi swasta yang memiliki program studi keuangan dan ekonomi syariah dengan total mahasiswa mencapai 5.010 orang sebagai penguatan untuk peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement