Jumat 08 Mar 2024 22:20 WIB

Dukung Keberlanjutan, Begini Cara Allianz Syariah Kelola Jejak Karbon

Kebijakan jatah karbon pribadi (Personal Carbon Allowance) berlaku di internal.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Lida Puspaningtyas
Direktur Allianz Syariah, Achmad Kusna Permana
Foto: Allianz Syariah
Direktur Allianz Syariah, Achmad Kusna Permana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah mengurangi jejak karbon saat ini menjadi tujuan bersama bagi banyak perusahaan, salah satunya PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah). Perusahaan asuransi syariah yang resmi beroperasi pada 1 November 2023 lalu ini menegaskan komitmennya mendukung penurunan emisi karbon demi menjaga bumi.

Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Achmad K. Permana menyampaikan adanya kebijakan jatah karbon pribadi (Personal Carbon Allowance, PCA) yang berlaku di internal Allianz Syariah. Dengan jatah karbon tersebut, setiap individu dialokasikan jatah karbon yang setara dan tidak boleh melebihi batas yang diberikan.

Baca Juga

"Misal saya itu punya jatah karbon 3.500 karbon setahun, ya harus ikuti karena (perjalanan) yang pakai pesawat dihitung, total target Allianz Syariah, kalau lebih dari (limit) itu bayar," ujar Permana saat Allianz Indonesia Media Visit ke Republika di Kantor Republika, Jakarta, Jumat (8/3/2024).

Kebijakan ini memaksa pembatasan individu dalam rangka mengurangi karbon secara kolektif. Permana menyebutkan, di Allianz Syariah telah mempraktikkannya.

"Saat orang lain masih pada wacana menurunkan emisi karbon, green atau apa, kita sudah melakukannya," ujar Permana.

Corporate Strategy dan Marketing Director Allianz Syariah Jazilah Firdaus menyebut keseriusan Allianz Syariah untuk turut menjaga kebelanjutan. Selain kebijakan jatah karbon secara pribadi, saat ini Allianz juga menerapkan pengurangan kertas atau less paper. Karena itu, polis Allianz Syariah kini dalam bentuk digital.

"Dari segi adopsi, kita sudah digital semua. Selain dari melindungi bumi kita dengan pesan mengurangi kertas, secara internal kita ada beberapa kebijakan, misal nggak boleh ngeprint satu sisi saja tetapi bolak-balik," ujarnya.

Namun demikian Jazilah tidak menampik masih terdapat polis yang menggunakan bentuk fisik atau hardcopy. Bentuk fisik polis ini diperuntukkan bagi nasabah yang berada di pelosok dan jauh dari jangkauan digital.

"Seperti Republika yang sudah less paper dengan tidak ada koran, Allianz Syariah pun juga, walaupun masih ada polis yg fisik karena kita ingin nasabah-nasabah pelosok yang nggak punya email dan mereka butuh hardcopy terlayani. Kita masih menyediakan itu," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement