Selasa 27 Feb 2024 13:17 WIB

Kinerja Sektor Pariwisata Ramah Muslim 2023 Capai 12,62 Persen, BI Ungkap Pendorongnya

Capaian tidak sekuat pertumbuhan pada tahun sebelumnya.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Lida Puspaningtyas
Pengunjung melihat pembangunan masjid terapung di Pantai Carocok, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa (22/12/2020). Pemkab Pesisir Selatan membangun masjid terapung di objek wisata Pantai Carocok dengan biaya Rp27,5 miliar sebagai upaya mewujudkan pariwisata halal dan ikon baru di kabupaten itu.
Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA
Pengunjung melihat pembangunan masjid terapung di Pantai Carocok, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa (22/12/2020). Pemkab Pesisir Selatan membangun masjid terapung di objek wisata Pantai Carocok dengan biaya Rp27,5 miliar sebagai upaya mewujudkan pariwisata halal dan ikon baru di kabupaten itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Buku Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2023 pada Senin (26/2/2024). Berdasarkan laporan tersebut, kinerja sektor unggulan halal value chain (HVC) tumbuh sebesar 3,93 persen secara tahunan dan menopang hampir 23 persen dari ekonomi nasional.

Secara berurut dikontribusikan oleh sektor pertanian dan makanan dan minuman halal, pariwisata ramah muslim (PRM), dan fesyen muslim. Dikutip dari Buku KEKSI 2023, Perkembangan sektor PRM terus membaik seiring kebijakan pelonggaran aktivitas dan mobilitas masyarakat yang semakin pulih.

Baca Juga

Kinerja sektor PRM pada 2023 tumbuh tinggi mencapai 11,62 persen secara tahunan. Hanya saja, capaian tersebut tidak sekuat pertumbuhan pada tahun sebelumnya yang mencapai 13,98 peraen secara tahunan.

Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2023 yang menetapkan berakhirnya status pandemi Covid-19 mengurai berbagai restriksi dan mendorong kebebasan masyarakat untuk beraktivitas

 

secara normal sebagaimana prapandemi. Hal tersebut turut mendorong mobilitas dan aktivitas wisatawan domestik sehingga meningkatkan kinerja PRM.

Di sisi lain, kunjungan wisatawan mancanegara dari negara OKI juga secara konsisten meningkat sejak 2021. Meskipun begitu lonjakan pertumbuhannya tidak sekuat pada 2022.

Gobal Muslim Travel Index (GMTI) melaporkan, Indonesia pada 2023, bersama Malaysia menduduki peringkat pertama tujuan destinasi PRM global. Beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan adalah aspek konektivitas dan layanan atraksi.

Lebih jauh, laporan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) meranking provinsi yang menjadi destinasi utama teratas secara nasional diantaranya Nusa Tenggara Barat, Aceh, Sumatra Barat, dan DKI Jakarta. Peringkat tersebut mendukung prospek sektor PRM ke depan yang diperkirakan masih akan positif seiring masih kuatnya konsumsi domestik serta mobilitas masyarakat secara nasional dan global yang masih dalam tren meningkat pasca pandemi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement