Selasa 14 Nov 2023 16:43 WIB

PTSI Targetkan Sertifikasi Halal 5.000 Produk Tahun Depan

PTSI terus meningkatkan sertifikasi halal terhadap mitra binaan BUMN.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi
PT Surveyor Indonesia menyerahkan sertifikat halal kepada UKM Binaan Rumah BUMN Telkom di Graha Surveyor Indonesia, Jakarta, Selasa (14/11/2023).
Foto: Republika/ Muhammad Nursyamsi
PT Surveyor Indonesia menyerahkan sertifikat halal kepada UKM Binaan Rumah BUMN Telkom di Graha Surveyor Indonesia, Jakarta, Selasa (14/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Surveyor Indonesia (PTSI) menargetkan sertifikasi halal terhadap 5.000 sampai dengan 6.000 pelaku usaha hingga 2024. Direktur Komersial PT Surveyor Indonesia Saifuddin Wijaya mengatakan, perusahaan melibatkan BUMN, swasta, kementerian, dan lembaga, dalam merealisasikan target tersebut. 

"Sekarang sudah hampir 2.361 selesai dan 450 proses, insya Allah 3.000 sertifikasi halal tercapai tahun ini dan sisanya tahun depan," ujar Saifuddin saat penyerahan sertifikat halal UKM binaan Rumah BUMN Telkom 2023 di Graha Surveyor Indonesia, Jakarta, Selasa (14/11/2023).

Baca Juga

Saifuddin menyampaikan, PTSI terus meningkatkan sertifikasi halal terhadap mitra binaan BUMN. Selain Telkom, dia melanjutkan, PTSI juga membantu proses sertifikasi halal mitra BUMN lain, seperti Antam, Pelindo, hingga Pegadaian. 

"Insya Allah tahun depan bisa lebih besar lagi dan ini juga bisa memperbanyak jumlah industri UKM yang bisa mendapatkan sertifikasi halal," kata Saifuddin. 

 

Selain produk domestik, Saifuddin menyampaikan PTSI juga membidik pangsa pasar produk luar negeri setelah Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) mengantongi status LPH utama yang dapat melakukan sertifikasi halal di luar negeri. Saifuddin mengatakan, banyak produk luar negeri yang berminat mengurus sertifikasi halal karena kewajiban pemerintah terkait sertifikasi halal terhadap seluruh produk makanan dan minuman yang berlaku pada Oktober mendatang. 

"Kita sudah ada permintaan dari pabrikan luar negeri yang mau memasukkan barangnya ke Indonesia. Itu produk makanan dan minuman, mereka sudah bersiap-siap karena tahun depan sudah diwajibkan bahwa barang masuk harus ada label halal," ujar Saifuddin.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement