Selasa 18 Jul 2023 02:00 WIB

Bank Aceh Kerja Sama Layanan Keuangan dengan PTN se-Aceh

Bank Aceh menghendaki kerja sama lebih erat dengan perguruan tinggi.

Pegawai Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Meulaboh menunjukan uang pecahan kecil di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (28/4/2021) (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas
Pegawai Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Meulaboh menunjukan uang pecahan kecil di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (28/4/2021) (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Bank Aceh Syariah (BAS) menandatangani Memorandum of Understanding atau Nota Kesepahaman (MoU) terkait pelayanan penerimaan keuangan dengan Forum Rektor Aceh (FRA) dari perguruan tinggi negeri (PTN) se-Aceh.

"Penandatanganan MoU ini merupakan wujud kolaboratif antara Bank Aceh dan FRA yang menjadi representasi bagi perguruan tinggi yang ada di Aceh," kata Direktur Utama Bank Aceh Muhammad Syah di Banda Aceh, Senin (17/7/2023).

Baca Juga

Forum tersebut terdiri atas Rektor Malikussaleh, Universitas Syiah Kuala (USK), UIN Ar Raniry Banda Aceh, Universitas Teuku Umar, Universitas Samudera, ISBI Aceh, IAIN Lhokseumawe, IAIN Langsa, IAIN Takengon, Ketua STAIN Teuku Dirundeng Aceh Barat.

Muhammad Syah mengatakan agenda tersebut merupakan langkah awal dalam membangun kerja sama di lingkungan perbankan dan perguruan tinggi. Bank Aceh menghendaki kerja sama lebih erat antarperguruan tinggi dan perbankan.

 

"Dengan begitu, dampaknya dapat dirasakan lebih luas. Tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga masyarakat," ujarnya.

Syah menjelaskan, adapun ruang lingkup dalam kerja sama tersebut meliputi pelayanan penerimaan keuangan yang dikelola mitra/masyarakat/negara seperti penerimaan SPP, penerimaan sewa aset dan lainnya, pembayaran payroll, pengelolaan dana lainnya dan on job training mahasiswa. Selain itu, ruang lingkup kerja sama ini juga meliputi fasilitas penyediaan layanan dan produk perbankan baik dana, pembiayaan dan jasa perbankan lainnya.

Menurut dia, selain fokus membahas rekomendasi kelembagaan antara FRA dan perbankan, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi tentang berbagai permasalahan yang terjadi. "Kerja sama ini juga menjadi wadah yang ideal untuk memahami sejumlah persoalan di berbagai aspek dan memformulasikan solusi yang konstruktif untuk Aceh yang lebih baik," kata Syah.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement