Rabu 31 Jan 2024 02:40 WIB

Dana Pihak Ketiga Bank Aceh Syariah 2023 Capai Rp 24,4 Triliun

Upaya transformasi digital Bank Aceh juga telah membuahkan hasil positif.

Warga mengunjungi pameran Aceh Property Expo 2022 yang digelar asosiasi Real Estate Indonesia (REI) bersama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di Plaza Aceh, Banda Aceh, Aceh, Kamis (13/10/2022). Aceh Property Expo yang diikuti 60 lebih pengembang dari berbagai daerah bertujuan membangkitkan kembali bisnis perumahan komersil dan program untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.
Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Petra
Warga mengunjungi pameran Aceh Property Expo 2022 yang digelar asosiasi Real Estate Indonesia (REI) bersama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di Plaza Aceh, Banda Aceh, Aceh, Kamis (13/10/2022). Aceh Property Expo yang diikuti 60 lebih pengembang dari berbagai daerah bertujuan membangkitkan kembali bisnis perumahan komersil dan program untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- BUMD Bank Aceh Syariah (BAS) mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada 2023 mengalami peningkatan sebesar 6,5 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp24,4 triliun.

"DPK secara konsolidasi Bank Aceh mampu mencetak pertumbuhan positif dari 2022 sebesar Rp22,9 triliun, kini naik menjadi Rp24,4 triliun," kata Direktur Utama Bank Aceh Muhammad Syah, di Banda Aceh, Senin (30/1/2024).

Baca Juga

Menurut dia, pertumbuhan DPK tersebut merupakan hasil dari strategi Bank Aceh yang berfokus pada kinerja baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan.

Hasil tersebut juga menjadi salah satu kinerja positif Bank Aceh 2023, sehingga telah mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) hasil dari audit Kantor Akuntan Publik Heliantono dan Rekan.

 

"Semua ini berkat upaya manajemen dan seluruh insan Bank Aceh, serta dukungan, kepercayaan masyarakat dan pemerintah daerah sehingga berhasil meraih capaian kinerja keuangan baik," ujarnya.

Muhammad Syah menyampaikan bahwa kinerja keuangan positif Bank Aceh juga dilihat dari aset bank yang mencapai Rp30 triliun atau tumbuh 5,92 persen dibandingkan periode 2022 lalu Rp28 triliun.

"Kenaikan total aset tersebut ikut didorong oleh laju pertumbuhan pembiayaan dan DPK yang mampu tumbuh positif," katanya pula.

Selain itu, Bank Aceh juga berhasil menyalurkan pembiayaan secara konsolidasi sebesar Rp18,7 triliun pada 2023 dari posisi setahun sebelumnya Rp17,3 triliun atau tumbuh 7,8 persen, serta perolehan laba 2023 sebanyak Rp575 miliar.

Dia menegaskan, dalam mendorong pertumbuhan bisnis, Bank Aceh terus berkomitmen meningkatkan pelayanan dengan memberikan solusi keuangan yang sesuai kebutuhan masyarakat dan nasabah.

"Terutama mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya UMKM di setiap wilayah dengan menyalurkan pembiayaan produktif seperti KUR dan pembiayaan mikro Bank Aceh,” katanya pula.

Tak hanya itu, kata Muhammad Syah, upaya transformasi digital Bank Aceh juga telah membuahkan hasil positif. Di mana pada 2023 Bank Aceh telah meluncurkan produk layanan keuangan tanpa kantor yakni Action Link guna memudahkan dan meningkatkan layanan.

Kemudian, mengawali 2024, Bank Aceh juga telah meluncurkan fitur baru Actioncash mobile banking, sehingga nasabah Bank Aceh dapat melakukan penarikan atau penyetoran uang tunai tanpa kartu ATM di lebih dari 300 gerai ATM Bank Aceh baik di Aceh, Medan dan Jakarta.

"Bank Aceh akan terus berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang inovatif dan modern dalam rangka memberikan kemudahan kepada nasabahnya untuk menikmati layanan perbankan di Bank Aceh," demikian Muhammad Syah.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement