Rabu 28 Jun 2023 06:35 WIB

Sucor Asset Management Luncurkan Reksa Dana Berprinsip ESG dan Syariah

Reksa dana ini menempatkan 80 persen Net Asset Value (NAV) ke saham syariah.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Lida Puspaningtyas
Nasabah menerima informasi tentang reksa dana syariah.
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Nasabah menerima informasi tentang reksa dana syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sucor Asset Management meluncurkan produk reksa dana terbaru berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) serta menerapkan prinsip syariah. Dirilis April 2023, Sucorinvest Sharia Sustainability Equity Fund menawarkan imbal hasil yang maksimal. 

Dalam pengelolaannya, reksa dana ini menempatkan 80 persen Net Asset Value (NAV) ke saham syariah. Dari 80 persen saham itu, sekitar 60 persen diantaranya harus mendukung Tujuan Pengembangan Berkekanjutan. 

Sisanya 20 persen NAV ditempatkan pada kelas aset fixed income. "Walaupun bertema syariah dan ESG, reksa dana ini bisa memberikan return ke nasabah sebanyak-banyaknya," kata Fund Manager Equity Sucor Asset Management, Alexander Yasa, Selasa (27/6/2023). 

Dalam mengelola Sucorinvest Sharia Sustainability Equity Fund, Sucor Asset Management menggandeng Yayasan KEHATI. Dengan kerja sama ini, Yayasan KEHATI akan membantu Sucor Asset Management memilih saham yang masuk dalam kriteria ESG.

 

Kerja sama lainnya yaitu, Yayasan KEHATI akan membantu menyalurkan pemberian dana donasi yang berasal dari Reksa Dana Sucorinvest Sharia Sustainability Equity Fund. Dana donasi tersebut nantinya akan digunakan untuk kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati.

Selain mengacu pada indeks SRI-Kehatu, menurut Alexander, Succor Asset Management juga melakukan riset tersendiri terhadap perusahaan yang mendukung ESG. Pihaknya akan mengutamakan beberapa kriteria penting dalam pemilihan saham, salah satunya memiliki prospek pertumbuhan yang positif. 

Sejak diluncurkan April 2023, dana kelolaan produk Sucorinvest Sharia Sustainability Equity Fund sudah mencapai Rp 12 miliar. Dengan dukungan dari Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), Alexander optimistis dana kelolaan produk ini hingga akhir 2023 bisa mencapai Rp 50 miliar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement