Senin 19 Jun 2023 14:49 WIB

RI Peringkat Pertama Wisata Halal Dunia, Pengusaha Hotel Ambil Peluang

Sahid ikut ambil bagian penyediaan fasilitas mendukung wisata halal di ibu kota.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha
PT Hotel Sahid Jaya International, Tbk (SHID) melakukan Rapat Umum Pemeganh Saham (RUPS) Tahun Buku 2022 di Jakarta, Senin (19/6/2023).
Foto: Dok Sahid Group
PT Hotel Sahid Jaya International, Tbk (SHID) melakukan Rapat Umum Pemeganh Saham (RUPS) Tahun Buku 2022 di Jakarta, Senin (19/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia resmi menduduki peringkat pertama dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2023. Raihan posisi tersebut bakal memberikan keunggulan bagi para pelaku usaha pariwisata di Indonesia yang menggeluti wisata halal, termasuk subsektor perhotelan. 

Direktur Utama PT Hotel Sahid Jaya International Hariyadi Sukamdani mengatakan, Hotel Grand Sahid Jaya sebagai salah satu unit bisnis di Jakarta turut mengambil bagian dari penyediaan fasilitas untuk mendukung wisata halal di Ibu Kota. 

Baca Juga

“Kebetulan kalau bicara ramah Muslim, memang kita memiliki fasilitas yang cukup lengkap bahkan kami punya masjid yang tidak hanya dipakai oleh tamu dan tapi juga melayani sekitar kawasan hotel,” kata Hariyadi dalam konferensi pers seusai rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Hotel Sahid Jaya International di Jakarta, Senin (19/6/2023). 

Hariyadi menuturkan, dengan konsistensi pada penyediaan fasilitas ramah muslim, Hotel Grand Sahid Jaya juga banyak digunakan oleh tamu dari berbagai organisasi kemasyarakat Islam bahkan berbagai agenda Majelis Ulama Indonesia. 

 

Hariyadi menuturkan, hal tersebut menjadi bentuk dari kepercayaan konsumen terhadap layanan ramah muslim oleh manajemen hotel.  

“Itu yang sudah kami lakukan dan Alhamdulillah, sejauh ini komentar dari para tamu-tamu kami terkait dengan ramah Muslim cukup baik,” ujarnya. 

Berdasarkan paparan perusahaan, rata-rata tingkat hunian Hotel Grand Sahid Jaya mencapai 31,9 persen atau turun dibandingkan tahun 2021 lalu sebesar 34 persen. Seiring dengan penurunan okupansi, terdapat kenaikan tipis tarif hotel dari rata-rata Rp 626.099 per malam menjadi Rp 629.863 per malam. 

Lebih lanjut, Grup Sahid juga baru saja melebarkan sayap bisnis perhotelannya kepada pengelolaan hotel syariah. 

(Sahid Hotels & Resorts baru melakukan re-launching....)

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement