Jumat 28 Apr 2023 14:46 WIB

Bank Syariah Mulai Diminati, Ekonom: Sistem Lebih Adil

Besarnya ekosistem eksyar akan meningkatkan potensi perkembangan bank syariah.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Lida Puspaningtyas
Republika melakukan survey 11 bank syariah favorit pada 2023.
Foto: republika
Republika melakukan survey 11 bank syariah favorit pada 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank syariah kini mulai menjadi pilihan masyarakat untuk sekadar menabung atau bertransaksi. Ekonom dan peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan bank syariah punya potensi besar untuk menggaet pasar.

Dalam tataran kepercayaan, menurut Yusuf, sistem yang ditawarkan bank syariah dinilai lebih adil jika dibandingkan dengan sistem yang ditawarkan bank konvensional. "Kepercayaan inilah yang menjadi keunggulan dan membedakannya dengan bank konvensional," kata Yusuf, Jumat (28/4/2023).

Baca Juga

Apalagi saat ini produk yang ditawarkan bank syariah sebenarnya relatif sudah bervariasi dan bisa dikomparasikan dengan produk yang ditawarkan oleh bank konvensional. Yusuf menilai ini juga menjadi pilihan bagi konsumen atau nasabah yang ingin melakukan diversifikasi produk tabungan mereka.

Yusuf melihat, upaya pemerintah dalam mendorong perkembangan ekonomi syariah di Indonesia cukup gencar beberapa tahun terakhir. Salah satunya dengan mendorong undang-undang produk halal untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

 

Menurut Yusuf, semakin kuat atau besarnya ekosistem ekonomi syariah di Indonesia maka potensi perkembangan bank syariah juga akan semakin besar. Upaya lain yang juga dapat mengembangkan perbankan syariah yaitu meningkatkan konektivitas bank syariah dengan produk-produk keuangan lainnya.

Republika melakukan survei 11 bank syariah favorit pada 2023. Pilihan tersebut menunjukkan minat pada bank syariah terus berkembang dari tahun ke tahun.

photo
Survey Bank Syariah - (republika)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement