Ahad 02 Apr 2023 05:32 WIB

Mengapa Masjid Bisa Jadi Pusat Peradaban?

Masjid dan UMKM sendiri memiliki kesamaan yang dapat menyejahterakan masyarakat.

Rep: Muhyiddin/ Red: Lida Puspaningtyas
Suasana acara Khazanah Fest di Masjid At Thohir, Depok, Jawa Barat, Sabtu (1/4/2023). Masjid At Thohir menyelenggarakan kegiatan Ramadan bertajuk Khazanah Fest yang menyajikan kajian Islami, stan makanan, tempat berbuka puasa bersama dan UMKM yang berlangsung hingga 16 April 2023.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Suasana acara Khazanah Fest di Masjid At Thohir, Depok, Jawa Barat, Sabtu (1/4/2023). Masjid At Thohir menyelenggarakan kegiatan Ramadan bertajuk Khazanah Fest yang menyajikan kajian Islami, stan makanan, tempat berbuka puasa bersama dan UMKM yang berlangsung hingga 16 April 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di bulan suci Ramadhan, umat Islam meramaikan masjid-masjid yang ada di Indonesia, seperti melakukan sholat Tarawih, sholat Witir, hingga Tadarus. Namun, Chairman atau founder Rabu Hijrah, Phirman Reza juga mendorong agar masjid juga dijadikan sebagai pusat peradaban.

“Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi bagaimana kita bersama-sama menjadikan masjid sebagai pusat peradaban seperti pada zaman Rasulullah SAW. Menyejahterakan dan disejahterakan masjid. Itulah yang menjadi alasan kami mau membersamai perjuangan Kanda Arief untuk masjid,” ujar Phirman dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (2/4/2023).

Baca Juga

Menurutnya, ada gerakan yang EMAS merupakan bagian Gerakan Bangkit dari Masjid yang digagas sejak 2020. Banyak pihak telah berupaya untuk memberdayakan pemuda dan remaja masjid di bidang kewirausahaan.

Phirman menuturkan, masjid dan UMKM sendiri memiliki kesamaan. Pemberdayaan UMKM berperan penting bagi perekonomian Indonesia,  sama halnya dengan masjid yang punya peran vital bagi negara yang rakyatnya mayoritas Muslim ini.

Selama ini, peran UMKM tergambar, antara lain, melalui kontribusi UMKM dalam menyerap sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional. Selain itu, sektor UMKM juga memberi sumbangan terhadap produk domestik bruto yang sekitar 60 persen.

“Dengan demikian, makmurnya umat yang berwirausaha dari basis Masjid juga akan ikut berperan strategis dalam pertumbuhan ekonomi secara nasional,” kata Phirman.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement