Kamis 23 Mar 2023 15:09 WIB

BCA Syariah Incar Pertumbuhan Laba Double Digit

BCA Syariah akan memanfaatkan momentum positif dan mengantisipasi gejolak ekonomi.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pemaparan kinerja BCA Syariah 2022 yang bertajuk Move Faster, Grow Stronger di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Selasa (21/3/2023).
Foto: Republika/Dian Fath Risalah
Pemaparan kinerja BCA Syariah 2022 yang bertajuk Move Faster, Grow Stronger di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Selasa (21/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BCA Syariah menargetkan pertumbuhan kinerja positif pada tahun ini. Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum menyampaikan, pada 2023, BCA Syariah akan memanfaatkan momentum positif dan mengantisipasi gejolak ekonomi yang masih membayangi dengan menerapkan strategi pengelolaan aset dan liabilitas yang baik.

BCA Syariah akan tetap fokus untuk meningkatkan perolehan CASA dengan strategi peningkatan kapabilitas TI dan pengembangan delivery channel serta penyaluran pembiayaan yang ekspansif dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga

"Kami menargetkan pertumbuhan di kisaran 9-11 persen untuk aset dan laba di kisaran 17-19 persen ,” ungkap Yuli, Rabu (22/3/2023).

Penyaluran pembiayaan BCA Syariah tumbuh dengan baik di seluruh sektor pembiayaan baik komersial, konsumer, maupun UMKM. Pembiayaan komersial di Desember 2022 mencapai Rp 5,4 triliun tumbuh 17,5 persen.

 

"Portofolio terbesar pada industri pengolahan, pertanian dan perkebunan serta perdagangan besar," kata Yuli.

Penyaluran terhadap pembiayaan UMKM juga terus ditingkatkan sebagai bentuk komitmen BCA Syariah dalam penyaluran pembiayaan inklusif. Sampai akhir 2022, penyaluran pembiayaan UMKM mencapai Rp 1,7 triliun atau tumbuh 21,6 persen sehingga komposisinya mencapai 22,8 persen dari total pembiayaan BCA Syariah.

Penyaluran pembiayaan disertai dengan upaya mengelola kualitas pembiayaan sehingga Non Performing Financing (NPF) dapat terjaga pada angka 1,42 persen bruto dan 0,01 persen neto. Pembiayaan yang direstrukturisasi juga menunjukkan tren menurun dengan Financing at Risk (FaR) sebesar 13 persen, membaik 5 persen dibandingkan Desember 2021 sebesar 18 persen.

Segmen pembiayaan konsumer BCA Syariah juga menunjukkan pertumbuhan tertinggi di tahun 2022. Pembiayaan konsumer tumbuh ekspansif 101,2 persen mencapai Rp 420,8 miliar.

Komposisi pembiayaan konsumer tertinggi dikontribusi dari KPR iB yang tumbuh 194,5 persen tahun ke tahun mencapai Rp 208,1 miliar. Capaian pertumbuhan pembiayaan konsumer didukung oleh pengembangan fitur, pilihan margin sesuai kebutuhan nasabah, dan inisiatif pemasaran bersama induk usaha melalui event strategis seperti BCA Expo.

Untuk menjaga keseimbangan antara bisnis dan keberlangsungan lingkungan, BCA Syariah turut menyalurkan pembiayaan pada sektor kegiatan usaha berkelanjutan. Tercatat per Desember 2022 penyaluran pembiayaan Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KUB) BCA Syariah mencapai Rp 2,6 triliun meningkat 29,8 persen (yoy) sehingga mencapai 34,2 persen dari total pembiayaan BCA Syariah di 2022.

Pembiayaan tersalurkan pada enam sektor KUB. Secara komposisi, penyaluran pembiayaan KUB kepada segmen UMKM sebesar Rp1,7 triliun atau setara dengan 66,8 persen dan Rp 858,4 miliar atau setara dengan 33,2 persen disalurkan kepada kegiatan usaha berwawasan lingkungan non-UMKM.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement