Jumat 17 Feb 2023 07:57 WIB

BI Catat Pembiayaan Syariah Tumbuh 20 Persen

Itu lebih tinggi dibandingkan kredit perbankan yang 10,53 persen pada Januari 2023.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Bank Indonesia (BI) mencatat pembaiayaan syariah mengalami pertumbuhan pada Janari 2023. Selain itu, intermediasi perbankan secara keseluruhan pada awal 2023 tetap tumbuh tinggi.
Foto: Tangkapan layar
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Bank Indonesia (BI) mencatat pembaiayaan syariah mengalami pertumbuhan pada Janari 2023. Selain itu, intermediasi perbankan secara keseluruhan pada awal 2023 tetap tumbuh tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mencatat pembaiayaan syariah mengalami pertumbuhan pada Janari 2023. Selain itu, intermediasi perbankan secara keseluruhan pada awal 2023 tetap tumbuh tinggi.

"Pada perbankan syariah, pembiayaan tumbuh lebih tinggi mencapai 20,9 persen dibandingkan periode yang sama pada Januari 2023," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (16/2/2023).

Baca Juga

Sementara itu, Perry mengungkapkan pertumbuhan kredit perbankan pada Januari 2023 mencapai 10,53 persen dibandingkan periode yang sama pada 2022. Angka tersebut sedikit melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,35 persen seiring pola musiman awal tahun.

Pada segmen UMKM, Perry mengatakan pertumbuhan kredit juga terus berlanjut. "Khususnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tumbuh tinggi sebesar 29,66 persen selama 2022 secara tahunan," ungkap Perry.

Dia menilai, tingginya kredit atau pembiayaan didorong oleh sisi penawaran. Hal tersebut juga didikung likuiditas yang memadai dan standar penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan yang tetap longgar. Sementara dari sisi permintaan, Perry mengatakan kenaikan kredit atau pembiayaan ditopang oleh permintaan korporasi termasuk UMKM dan konsumsi rumah tangga yang terus membaik.

"Bank Indonesia akan terus mendorong perbankan untuk meningkatkan intermediasi guna mendukung pemulihan ekonomi," ucap Perry.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement