Jumat 13 Feb 2026 14:40 WIB

Emas Jadi Pintu Masuk Inklusi Ekonomi Syariah, Kata Dirut BSI

Minat nasabah non-Muslim terhadap emas disebut menembus persepsi bank syariah.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo saat diwawancarai Republika di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo saat diwawancarai Republika di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyono menyatakan, inklusivitas ekonomi syariah mulai terlihat dari meningkatnya minat masyarakat terhadap produk emas. Instrumen ini dinilai mampu menarik nasabah lintas agama, termasuk nonmuslim.

Anggoro pun menekankan, klaim inklusivitas tidak cukup disampaikan secara konsep. Hal itu, menurut dia, harus dibuktikan melalui pertumbuhan jumlah nasabah.

Baca Juga

Kepada Republika, Anggoro menjelaskan, sejumlah produk syariah seperti haji dan umrah memang spesifik bagi nasabah Muslim. Sementara pembiayaan seperti KPR masih bisa menjangkau lebih luas. Namun, emas dinilai paling mudah diterima semua kalangan.

“Produk bullion bank ini, bisnis emas inilah yang jadi entry point-nya. Karena kalau produk unik syariah kan haji, umroh, lalu produk-produk pembiayaan, itu masih membuat nasabah yang non-muslim ya kayak enggak tertarik juga kan. Kalau pembiayaan mungkin masih ya, KPR itu masih. Tapi yang bener-bener mereka enggak pakai mikir, terus langsung beli aja, ya emas,” kata Anggoro dalam wawancara khusus bersama Republika, Jumat (13/2/2026).

Anggoro langsung mencontohkan pengalaman nasabah non-Muslim yang memilih membeli emas di BSI. Kisah itu, menurut dia, menunjukkan produk emas mampu menembus sekat persepsi bahwa bank syariah hanya untuk Muslim.

Cerita lain, juga datang dari seorang nasabah yang mengaku sebagai pengurus GKBI. Ia membeli emas di BSI dan bahkan memanfaatkan fitur zakat melalui aplikasi BYOND. Bagi Anggoro, pengalaman tersebut menjadi kabar yang melegakan. 

“Nah itu buat saya, itu sebuah berita yang melegakan gitu. Berarti inclusivity-nya kita itu udah mulai bisa dirasakan. Meskipun tadi entry point-nya emas. Tapi kan nggak apa-apa,” ujarnya.

BSI berharap produk emas dapat menjadi jembatan agar masyarakat melihat layanan syariah sebagai sistem keuangan yang terbuka dan relevan bagi semua kalangan.

 

photo
Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin (kanan) berfoto bersama Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo saat diwawancarai Republika di Jakarta, Jumat (13/2/2026). - (Republika/Thoudy Badai)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement