Kamis 27 Mar 2025 01:38 WIB

Spin Off BTN Syariah Ditargetkan Selesai pada Kuartal III 2025

BTN akan memisahkan UUS dan mengintegrasikannya dengan Bank Victoria Syaria

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Ilustrasi merger. BTN Syariah segera spin off dari induk dan merger dengan Bank Victoria Syariah.
Foto: dok Freepik
Ilustrasi merger. BTN Syariah segera spin off dari induk dan merger dengan Bank Victoria Syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menargetkan proses pemekaran (spin-off) unit usaha syariah yakni BTN Syariah selesai pada kuartal III 2025. BTN pun menjelaskan skema pemisahan UUS menjadi BUS.

"Sehingga BTN Syariah dapat beroperasi sebagai Bank Umum Syariah (BUS) sebelum tahun ini berakhir," kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu usai RUPST Tahun Buku 2024 di Menara I BTN Jakarta, Rabu.

Baca Juga

Berdasarkan timeline, BTN akan mengajukan permohonan izin akuisisi Bank Victoria Syariah (BVS) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator perbankan.

"Setelah mendapatkan izin dari regulator, BTN akan memisahkan UUS yakni BTN Syariah dan mengintegrasikannya ke dalam BVIS menjadi sebuah BUS baru," ujar Nixon.

Nixon menjelaskan skema pemisahan UUS yaitu dengan terlebih dahulu melakukan akuisisi BUS dan selanjutnya BTN Syariah akan diintegrasikan ke dalam BUS hasil pengambilalihan.

Melalui akuisisi itu, lanjutnya, BTN akan menjadi pemilik penuh BVIS dengan kepemilikan saham sebanyak-banyaknya 100 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan total nominal sebesar Rp 1,06 triliun.

"BTN melakukan pembelian BVIS dengan sumber pendanaan internal yang telah disiapkan sesuai rencana bisnis bank," ujar Nixon.

Mengacu Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Peraturan Menteri tentang Aksi Korporasi BUMN Tahun 2023, usulan restrukturisasi UUS itu memerlukan persetujuan dari Menteri BUMN.

"Dalam hal ini, Menteri BUMN perlu terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Presiden," ujar Nixon.

Setelah nantinya disetujui, Nixon mengatakan langkah spin-off BTN Syariah dapat diberikan insentif pajak sepanjang hal itu dikategorikan sebagai restrukturisasi untuk peningkatan kinerja dan penambahan nilai perusahaan.

Nixon menyampaikan BTN Syariah memiliki potensi besar untuk menjadi pesaing yang kuat di industri perbankan syariah nasional, karena memiliki keunikan sebagai pemain utama di pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berbasis syariah di Indonesia.

"Dengan adanya spin-off menjadi bank umum syariah, BTN Syariah akan mencatatkan pertumbuhan aset yang diharapkan dapat mencapai Rp100 triliun dalam waktu tiga tahun ke depan,” ujar Nixon.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BTN, para pemegang saham menyetujui untuk mengakuisisi BUS yakni PT Bank Victoria Syariah (BVIS) sebagai bagian dari rancangan spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) yakni BTN Syariah.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement