Senin 06 May 2024 21:22 WIB

Jajaki Kerja Sama Perdagangan di Indonesia, Ini Sektor yang Diminati Pengusaha Dubai

Makanan minuman, kosmetik dan parfum termasuk yang diicar pengusaha Dubai.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi
Pengunjung melihat produk kecantikan yang dijajakan dalam Jakarta X Beauty 2022 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (29/7/2022).
Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Pengunjung melihat produk kecantikan yang dijajakan dalam Jakarta X Beauty 2022 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (29/7/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pengusaha Dubai tengah menjajaki peluang kerja sama perdagangan dan investasi di Indonesia. Dubai Internasional Chambers yang beroperasi di bawah Dubai Chambers pun menggelar berbagai pertemuan bisnis bilateral antara perusahaan dari Indonesia dan Dubai.

Presiden dan CEO Dubai Chambers Mohammad Ali Rashed Lootah mengatakan, pelaku bisnis Indonesia yang tergabung dalam Kamar Dagang Indonesia (Kadin) bertemu dengan perwakilan 17 perusahaan Dubai yang beroperasi di berbagai sektor. Ia menyebutkan, ada beberapa sektor yang diminati para pengusaha di negaranya.

Baca Juga

Di antaranya sektor makanan dan minuman, konstruksi, perawatan kesehatan, teknologi informasi, solusi lingkungan, manajemen sumber daya manusia, parfum, dan kosmetik. "Kami berkomitmen membangun kerja sama antara komunitas bisnis di Indonesia dan Dubai yang menguntungkan dan mencapai tujuan bersama," kata Lootah dalam forum bisnis di Jakarta, Senin (6/5/2024).

Dubai International Chambers, juga telah mengidentifikasi sejumlah sektor yang punya potensi ekspor dari Indonesia ke Dubai, di antaranya ekspor kayu panel, lembaran kayu, minyak kelapa sawit, pakaian, dan lemak kakao. Sementara sektor yang paling menjanjikan bagi investor dari Dubai di Indonesia, antara lain industri otomotif, sektor konstruksi, dan pertanian, khususnya dalam ekspor buah-buahan tropis.

Wakil Presiden Global Markets di Dubai Chambers Salem Al Shamsi turut mempresentasikan lanskap ekonomi Dubai dan keunggulan kompetitif yang ditawarkan oleh negara emirat. Sementara, Kuasa Usaha Kedutaan Besar UEA di Jakarta Shaima Salem Al Habsi menekankan komitmen UEA dalam menjajaki berbagai peluang pertumbuhan dan investasi di beragam sektor utama guna memajukan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan bagi masyarakat UEA dan Indonesia, khususnya mengingat kemitraan ekonomi komprehensif antara kedua negara yang bertujuan meningkatkan perdagangan bilateral. 

Menurut data Bea Cukai Dubai, perdagangan bilateral nonmigas antara Indonesia dan Dubai mencapai 3,5 miliar dolar AS selama 2023. Jumlah tersebut mewakili pertumbuhan sebesar 7,7 persen secara tahunan. 

Perdagangan nonmigas Dubai dengan Indonesia telah mencapai pertumbuhan sebesar 53,6 persen selama satu dekade terakhir. Angka itu meningkat dari 2,3 miliar dolar AS pada 2014 menjadi 3,5 miliar dolar AS tahun lalu. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement