Rabu 27 Mar 2024 01:15 WIB

BI Lhokseumawe Imbau Warga Transaksi Nontunai Saat Ramadhan dan Lebaran

Hal itu guna mencegah kejahatan seperti uang palsu.

Pengunjung memindai QRIS saat Car Free Day (CFD) di Banda Aceh, Aceh, Ahad (20/8/2023).
Foto: Antara/Khalis Surry
Pengunjung memindai QRIS saat Car Free Day (CFD) di Banda Aceh, Aceh, Ahad (20/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Aceh mengimbau masyarakat untuk bertransaksi secara nontunai atau digital. Hal itu sebagai salah satu upaya mitigasi risiko kejahatan peredaran uang palsu di tengah masyarakat saat Ramadhan dan Idul Fitri.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Gunawan, Selasa (26/3/2024), mengatakan, kebutuhan terhadap uang tunai pada periode Ramadhan dan lebaran memang cukup tinggi. Untuk wilayah kerja Lhokseumawe saja, kebutuhan uang tunai mencapai Rp 2,2 triliun pada Idul Fitri 1445 Hijriyah.

Baca Juga

"Namun demikian kami terus mendorong transaksi nontunai sebagai mitigasi risiko kejahatan uang palsu serta memberikan kemudahan transaksi yang cepat dan aman," kata Gunawan.

Ia menjelaskan, transaksi nontunai memberi kemudahan bagi masyarakat, yakni meminimalisir salah hitung, meminimalisir kontak fisik seperti saat pandemi Covid-19. Yang utama yaitu memungkinkan segala transaksi dapat dilaksanakan di mana dan kapan saja.

 

Oleh karena itu, pada periode Ramadhan dan Idul Fitri kali ini, Bank Indonesia juga memiliki program Mudah berbagi Ramadhan dengan QRIS (Mubaraq). Yaitu berbagi dengan transaksi digital melalui layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Pelaksanaan kegiatan Mubaraq dilakukan dengan memberikan apresiasi kepada masing-masing masjid yang memiliki volume transaksi penghimpunan dana melalui QRIS terbesar, di 10 kota/kabupaten wilayah kerja Kantor Bank Indonesia Lhokseumawe. Meliputi wilayah Aceh bagian timur seperti Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Bireuen, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Aceh Tenggara.

"Oleh karena itu seluruh masjid didorong untuk menggunakan QRIS sebagai media beramal bagi masyarakat," kata dia.

Data volume transaksi QRIS selama periode Ramadhan dan lebaran 2024 yang BI peroleh dari perbankan akan dijadikan dasar pemberian apresiasi tersebut.

Di sisi lain, Bank Indonesia Lhokseumawe juga menyiapkan uang sebesar Rp 2,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang jelang Idul Fitri 1445 Hijriah untuk daerah wilayah kerjanya. Gunawan mengatakan, kebutuhan uang di wilayah kerja Bank Indonesia Lhokseumawe pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 2024 mencapai Rp 2,2 triliun, atau meningkat 15,8 persen dibanding periode sama tahun lalu yang hanya Rp.1,9 triliun.

BI telah menyiapkan strategi penukaran uang pecahan baru di tengah masyarakat yang dikemas dalam kegiatan Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi).

"Hal ini merupakan tugas Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah dan nominal yang cukup, pecahan yang sesuai dan kondisi yang layak edar," kata dia.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement