Selasa 19 Mar 2024 19:37 WIB

Bos BSI Pamer Performa Ciamik Perusahaan ke Wapres

BSI juga fokus mengembangkan sosio-bisnis berbasis jamaah.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi.
Foto: Dok Republika
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi mengatakan, pemberian santunan kepada 3.333 anak yatim merupakan bentuk rasa syukur perusahaan atas capaian kinerja BSI yang terus meningkat secara signifikan. Di hadapan Wakil Presiden KH Maruf Amin, Hery menyampaikan, BSI berhasil mencatat kinerja impresif dan konsisten menumbuhkembangkan ekonomi syariah, termasuk mendukung pengembangan industri halal nasional. 

"Hingga Desember 2023, BSI telah menyalurkan pembiayaan di sektor halal value chain hampir Rp 20 triliun," ujar Hery dalam acara santunan kepada 3.333 anak yatim di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (19/3/2024)

Baca Juga

Hery memerinci, subsektor makanan dan minuman halal memiliki andil terbesar dengan Rp 9,28 triliun, disusul subsektor farmasi dan kosmetik halal sebesar Rp 8 triliun, serta subsektor mode fesyen sebesar Rp 2,5 triliun. 

"Nilai tersebut kami upayakan terus bertumbuh," ucap Hery. 

Hery mengatakan, BSI juga fokus mengembangkan sosio-bisnis berbasis jamaah seperti masjid, ziswaf, pesantren, sekolah Islam, serta layanan haji dan umrah. Saat ini, lanjut Hery, BSI merupakan rumah dalam pengelolaan keuangan lebih dari 53 ribu masjid, 11 ribu pesantren, 36 ribu sekolah Islam, 4 ribu lebih lembaga Ziswaf, serta melayani lebih 4,6 juta nasabah tabungan haji dengan total tabungan dana mencapai Rp 12,5 triliun. 

"Alhamdulillah pada akhir Desember lalu, pertumbuhan aset BSI mencapai 15,68 persen secara tahunan. Ini menjadikannya sebagai pertumbuhan perbankan tertinggi di Indonesia," langit Hery. 

Hery mengatakan laba BSI pun melonjak 34 persen dan menjadi salah satu bank dengan laba tertinggi. Begitu pula dengan kenaikan harga saham BSI yang menduduki peringkat teratas di antara bank-bank besar di Indonesia. 

"Pada posisi 13 Maret 2024 lalu, kenaikan sekitar 63,79 persen ytd. Dengan nilai market cap hampir Rp 132 triliun. Kenaikan ini berhasil membawa BSI masuk Top 10 Global Islamic Bank," sambung Hery. 

Hery mengatakan, BSI berkomitmen untuk terus mendukung akselerasi industri halal Indonesia dan berdampak besar bagi masyarakat Indonesia. Hal ini pun telah ditunjukkan BSI pada pekan lalu saat menyerahkan pembayaran zakat di Istana Negara sebesar Rp 222,7 miliar.

"Alhamdulillah berkat capaian tadi, saat ini BSI menjadi bank nomor lima di Indonesia," kata Hery. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement