Selasa 19 Mar 2024 19:17 WIB

Wapres Sebut BSI Jadi Barometer Perkembangan Syariah Tanah Air

Pada posisi 13 Maret 2024 kenaikan harga saham BSI capai sekitar 63,79 persen (Ytd)

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Wapres KH Maruf Amin
Foto: republika
Wapres KH Maruf Amin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin sore ini, Selasa (19/03/2024), menghadiri pemberian santunan kepada 3.333 anak yatim, di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jalan Gatot Subroto, Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat. Dalam gelaran PT Bank Syariah Indonesia, Tbk atau yang dikenal dengan BSI tersebut, Wapres meminta bank ini terus istiqamah mengimplementasikan nilai-nilai syariah.

“Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI menjadi barometer perkembangan bank syariah nasional dan global,” kata Ma’ruf. Wapres berharap, penyelenggaraan santunan anak yatim ini dijadikan kesempatan untuk memperkenalkan bank syariah, bukan sekadar menumbuhkan kepedulian dan jiwa sosial.

Wapres menekankan keberlanjutan kegiatan semacam ini sehingga mampu menjangkau lebih banyak lagi anak yatim penerima manfaat di seluruh pelosok tanah air. Menurut Ma’ruf, BSI menjadi pintu yang membuka kesempatan bagi anak-anak Indonesia, termasuk anak yatim, untuk berprestasi dan mengoptimalkan potensi yang mereka miliki, hingga saatnya nanti mampu mengisi ruang-ruang pembangunan dan membawa negeri kepada kemajuan dan kesejahteraan.

Wapres juga mengapresiasi BSI yang selama ini telah memberikan kontribusinya kepada negeri, baik secara ekonomi maupun sosial, salah satunya melalui pemberian santunan kepada anak yatim ini. “Sekiranya kegiatan yang baik ini juga dapat direplikasi oleh berbagai elemen lainnya,” ucap Wapres. 

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyampaikan terima kasih atas dukungan Wapres dan para pemangku kepentingan hingga bank yang digawanginya berhasil menjadi bank nomor lima terbesar di Indonesia. 

Raihan impresif BSI ini antara lain ditunjukkan, hingga Desember 2023, penyaluran pembiayaan BSI di sektor halal value chain tercatat hampir Rp 20 triliun, baik di subsektor makanan dan minuman halal, farmasi dan kosmetik halal, ataupun modest fashion. Dalam periode yang sama, tambahnya, pertumbuhan aset BSI mencapai 15,67 persen secara tahunan dan menjadi pertumbuhan terbesar di industri perbankan nasional. 

Begitu pula dengan laba, pertumbuhannya sebesar 33,88 persen secara tahunan dan menjadi salah satu yang terbesar di industri. “Kenaikan harga saham BSI juga menjadi yang tertinggi di antara bank-bank besar lainnya di tanah air. Pada posisi 13 Maret 2024 yang lalu, kenaikannya mencapai sekitar 63,79 persen secara year-to-date dengan nilai market cap sebesar hampir Rp 132 triliun. Kenaikan ini berhasil membawa BSI masuk dalam jajaran Top 10 Global Islamic Bank,” ujar Hery.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement