Jumat 09 Feb 2024 00:10 WIB

Desa Wisata Wae Lolos Labuan Bajo Hadirkan 7 Destinasi Alam Tarik Wisatawan

Kunjungan semakin meningkat pada bulan Januari 2024 ini.

Suasana observation deck Golo Mori Convention Center (GMCC) usai diresmikan di Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Rabu (6/12/2023). PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) meresmikan Golo Mori Convention Center (GMCC) yang dapat digunakan untuk kegiatan Meeting, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) berstandar internasional. Lokasi GMCC berada antara perbukitan di kawasan Golo Mori dengan menyajikan lanskap hamparan laut dan Pulau Rinca yang termasuk kedalam Taman Nasional Komodo situs warisan dunia UNESCO. Selain itu, Fasilitas GMCC terdiri dari convention hall dengan kapasitas 400 orang, VVIP Lobby 400 orang, VVIP lounge 29 orang, VIP room 12 orang, media center 50 orang serta amphitheater kapasitas 500 orang. Kawasan GMCC ini dilengkapi dengan beach club, observation deck serta dermaga kayu. Akses menuju The Golo Mori dapat ditempuh dengan jarak 25 kilometer dari Labuan Bajo yang diharapkan dapat menciptakan multiplier effect bagi warga sekitar. Direktur Utama ITDC Ari Respati berharap, keberadaan GMCC dapat berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi nasional dari sektor pariwisata dan konvensi di Indonesia. Kawasan MICE Golo Mori ini nantinya akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan  dilengkapi fasilitas hotel dan resort berbintang, pusat penelitian dan wisata edukasi komodo, wisata petualangan (adventure tourism) pelabuhan wisata dan penyeberangan serta fasilitas penunjang wisata lainnya, sehingga mampu menjadi magnet baru parawisata di Indonesia Timur.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Suasana observation deck Golo Mori Convention Center (GMCC) usai diresmikan di Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Rabu (6/12/2023). PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) meresmikan Golo Mori Convention Center (GMCC) yang dapat digunakan untuk kegiatan Meeting, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) berstandar internasional. Lokasi GMCC berada antara perbukitan di kawasan Golo Mori dengan menyajikan lanskap hamparan laut dan Pulau Rinca yang termasuk kedalam Taman Nasional Komodo situs warisan dunia UNESCO. Selain itu, Fasilitas GMCC terdiri dari convention hall dengan kapasitas 400 orang, VVIP Lobby 400 orang, VVIP lounge 29 orang, VIP room 12 orang, media center 50 orang serta amphitheater kapasitas 500 orang. Kawasan GMCC ini dilengkapi dengan beach club, observation deck serta dermaga kayu. Akses menuju The Golo Mori dapat ditempuh dengan jarak 25 kilometer dari Labuan Bajo yang diharapkan dapat menciptakan multiplier effect bagi warga sekitar. Direktur Utama ITDC Ari Respati berharap, keberadaan GMCC dapat berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi nasional dari sektor pariwisata dan konvensi di Indonesia. Kawasan MICE Golo Mori ini nantinya akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan dilengkapi fasilitas hotel dan resort berbintang, pusat penelitian dan wisata edukasi komodo, wisata petualangan (adventure tourism) pelabuhan wisata dan penyeberangan serta fasilitas penunjang wisata lainnya, sehingga mampu menjadi magnet baru parawisata di Indonesia Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, LABUAN BAJO -- Desa Wisata Wae Lolos di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadirkan sebanyak 7 destinasi wisata alam untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus).

"Tujuh spot wisata alam itu Air Terjun Cunca Plias Satu, Air Terjun Cunca Plias Dua, Air Terjun Tiwu Galong, Kolam di Atas Awan, Air Terjun Cunca Ri'i, Bukit Toto Ninu dan Perkampungan Adat Rangat," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cunca Plias Desa Wisata Wae Lolos, Robert Perkasa di Labuan Bajo, Kamis (8/2/2024).

Baca Juga

Dia menjelaskan sejak bulan Juni hingga Desember 2023 tercatat 1.220 wisatawan nusantara dan 480 wisatawan mancanegara mengunjungi berbagai spot wisata alam tersebut.

"Kunjungan semakin meningkat pada Januari 2024 ini jumlah kunjungan sebanyak 854 kunjungan dengan rincian 805 orang wisatawan nusantara dan 49 orang wisatawan mancanegara," katanya.

 

Dia menjelaskan total 2.554 wisatawan yang berkunjung itu dicatat melalui buku tamu di Tourist Information Centre (TIC) Desa Wisata Wae Lolos.

Menurut dia,  masih banyak potensi destinasi alam yang potensial di desa yang dikenal sebagai desa 1000 air terjun, namun destinasi wisata itu belum dapat dikunjungi karena medan yang menantang dan fasilitas penunjang yang kurang.

Ke depan, pihaknya lakukan long track hingga Air Terjun Cunca Lolos yang kurang dikunjungi setelah semua fasilitas  dirasa siap, namun para pengunjung kami skrining kesehatan sebelum melakukan treking.

"Untuk spot wisata yang memiliki medan cukup berat dan jalan rusak yakni Gua Langgo, Air Terjun Cunca Liang Langgo, Air Terjun Cunca Wene, Air Terjun Cunca Wongka, Air Terjun Cunca Wae Reha, Air Terjun Cunca Lolos, Bukit Toto Ninu dan sumber air panas Wae Lua," katanya.

Menurut dia,  wisatawan yang berkunjung sangat menikmati keindahan alam dan beragam destinasi wisata yang ditawarkan.

"Kami selalu pertimbangan masukan pengunjung soal kebersihan spot wisata, sehingga kami jaga betul dan rutin cek jembatan kayu yang rusak demi keselamatan dan kenyamanan wisatawan, ini menjadi prioritas kami tidak boleh ada wisatawan yang lecet," katanya.

Dia berharap agar pemerintah dapat membantu membangun fasilitas pendukung seperti toilet dan jembatan kayu yang untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

"Kesan pengunjung umumnya menilai tempat ini merupakan tempat yang luar biasa, karena daya tarik wisata alam yang masih sangat alami. Ada banyak wisatawan yang datang kembali setelah berkunjung," katanya.

Kepala Desa Wae Lolos Gervinus Toni mengajak wisatawan berkunjung ke berbagai destinasi wisata alam di desa itu.

"Kami sebagai desa penyangga Labuan Bajo yang dikenal sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), akses jalan ke sini bagus dan hanya berjarak 32 km dari Labuan Bajo, kami komitmen kembangkan sektor pariwisata," katanya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement