Kamis 01 Feb 2024 17:13 WIB

BPS: Jumlah Kunjungan Wisman ke Jabar Naik 38,66 Persen pada Desember 2023

Dibukanya Bandara Kertajati diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisman ke Jabar.

Calon penumpang berjalan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Ahad (29/10/2023).
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Calon penumpang berjalan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Ahad (29/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat (Jabar) menyebutkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) pada Desember 2023 mencapai 642 kunjungan, naik 38,66 persen dibandingkan November 2023. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Marsudijono mengatakan jumlah tersebut juga naik 779,45 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2022. 

“Mudah-mudahan dengan dibukanya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati ini lebih banyak untuk wisman masuk ke Jabar lewat pintu BIJB Kertajati," kata Marsudijono di Bandung, Kamis 1/2/2024).

Baca Juga

Marsudijono menjelaskan pada Desember 2023 wisman yang datang ke Jabar naik 38,66 persen jika dibanding November 2023 yang tercatat sebanyak 463 orang. “Pada bulan Desember 2023 kunjungan wisman mencapai 642 orang dan semuanya melalui BIJB Kertajati,” kata dia.

Sementara Bandara Husein Sastranegara tidak ada kedatangan wisman karena sudah tidak melayani penerbangan komersial internasional, walau masih melakukan penerbangan dengan rute terbatas.

 

Ia merinci berdasarkan kebangsaannya, lanjut dia, wisman yang masuk ke Jabar yang terbesar adalah Malaysia dengan kontribusi 96,42 persen, kemudian Inggris 0,62 persen, Australia 0,62 persen, Tiongkok 0,47 persen, Singapura 0,31 persen dan negara-negara lainnya sekitar 1,56 persen.

“Untuk kedatangan wisman didominasi dari warga negara Malaysia yang biasa urusan dagang. Yang lainnya ada Inggris, Australia, Tiongkok, Singapura sedikit,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan saat ini pemerintah perlu memikirkan bagaimana menarik para wisman agar datang melalui pintu BIJB Kertajati, guna mendukung pengembangan ekonomi di Jabar.

“Untuk itu kita mulai memikirkan bagaimana BIJB Kertajati benar-benar menjadi bandara internasional, sehingga bisa meningkatkan jumlah wisman dan kita bisa meraup dolar dari pengembangan ekonomi di Jabar,” kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement