Kamis 01 Feb 2024 16:15 WIB

Adang Serangan Digital, BSI Terapkan Sistem Pertahanan Multilapis

Peningkatan kualitas keamanan penting dalam proses transformasi digital BSI.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi
Karyawan menunjukkan aplikasi BSI Mobile Gedung The Tower, Jakarta, Jumat (27/10/2023).
Foto: Dok Republika
Karyawan menunjukkan aplikasi BSI Mobile Gedung The Tower, Jakarta, Jumat (27/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menaruh perhatian penuh terhadap keamanan platform dari serangan siber. Direktur Teknologi Informasi BSI Saladin Darmanugraha Effendi mengatakan, strategi BSI dalam mengamankan transaksi nasabah dilakukan secara menyeluruh mulai dari end point, jaringan sampai dengan pusat data, termausk aspek SDM, proses, dan eknologi.

"Upaya dalam mengindari risiko dan fraud yakni stabilitas sistem, stabilitas end to end, security improvement, dan kecakapan SDM. Kami juga menghadirkan mekanisme pertahanan multilapis sebagai proteksi BSI dalam menjamin keamanan transaksi keuangan syariah di Indonesia," ujar Saladin dalam Webinar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)-Infobank bertajuk "Mengamankan Industri Keuangan Syariah dari Risiko Fraud dan Serangan Siber" di Jakarta, Kamis (1/2/2024).

Baca Juga

Saladin menyampaikan, peningkatan kualitas keamanan menjadi hal yang krusial di tengah proses transformasi digital perusahaan dalam memenuhi kebutuhan nasabah. Saladin mengatakan, isu keamanan digital memiliki pengaruh signifikan dalam mendorong peningkatan kinerja perusahaan.  

Saladin menyampaikan, Asia Pasifik memiliki 21 persen pangsa pasar aset perbankan syariah global. Perbankan syariah Indonesia sendiri berkontribusi paling besar yakni 13 persen dari total 21 persen pangsa pasar Asia Pasifik. 

 

"BSI terus meningkatkan aksesibilitas untuk digital dan melakukan antisipasi untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman seperti superApps yang ke depan kita juga akan ke arah sana," ucap Saladin.

Saladin mengatakan, upaya BSI dalam menjaga keamanan platform mendapat dukungan dan kepercayaan penuh dari para nasabah dan juga investor. Bahkan, BSI saat ini merupakan bank dengan peringkat kelima yang memiliki jaringan kantor terbesar di Indonesia. 

"Seiring pertumbuhan bisnis, BSI bisa semakin berkontribusi bagi negara dan umat. BSI telah menyalurkan pajak perushaan sebesar Rp 1,7 triliun, zakat perusahaan sebesar Rp 190 miliar, zakat pegawai sebesar Rp 33 miliar, dan penyaluran CSR sebesar Rp 255 miliar," kata Saladin.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement