REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat layanan bullion bank atau bank emas melalui optimalisasi super apps BYOND by BSI sejalan dengan tren harga emas yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
Hingga November 2025, saldo emas BSI mencapai 1,6 ton atau mengalami pertumbuhan 261,37 persen secara year to date (ytd). Menurut perseroan, angka ini menunjukkan peningkatan transaksi emas yang cukup signifikan di BYOND.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/1/2026), mengatakan akselerasi digital menjadi fokus bagi BSI secara jangka panjang dan inovasi akan terus dilakukan sehingga perseroan mampu bersaing dan menjadi pilihan utama masyarakat.
“Saat ini, kami juga terus melakukan improvisasi melalui super apps BYOND yang dibangun untuk mendekatkan BSI ke nasabah,” kata Anton.
Saat ini, fitur “Bank Emas” di BYOND memiliki berbagai pilihan, mulai dari beli emas, jual emas, transfer emas, cetak fisik emas, cicil emas, hingga gadai emas.
Ke depan, perseroan menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menambahkan berbagai fitur yang memudahkan nasabah mengelola emas secara aman dan mudah, salah satunya menabung emas secara rutin.
Dari sisi pengguna (user), jumlah user BYOND by BSI hingga November 2025 secara year to date mencapai 5,7 juta orang yang berasal dari berbagai segmen usia, terutama didominasi generasi Z dan milenial berusia 20–40 tahun.
Perseroan menyampaikan super apps BYOND dirancang tidak hanya sebagai aplikasi perbankan digital, tetapi sebagai ekosistem layanan keuangan dan gaya hidup Islami yang komprehensif.
Melalui BYOND, BSI menghadirkan kemudahan transaksi finansial sekaligus mendukung pengelolaan transaksi finansial, investasi, maupun aktivitas sosial dalam satu platform.
Adapun bisnis emas masih akan menjadi salah satu fokus bisnis perseroan karena dinilai masih potensial.
Layanan bank emas sendiri baru diluncurkan pada Februari 2025 dan masih terus dilakukan sosialisasi.
Saat ini, catat perseroan, kepemilikan emas di tengah masyarakat Indonesia relatif kecil. Padahal, emas sangat bermanfaat sebagai lindung nilai atau safe haven. Investasi emas dalam jangka panjang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan seperti berhaji, pendidikan anak, serta kebutuhan lainnya.