Sabtu 20 Jan 2024 20:26 WIB

Industri Pariwisata Global Diperkirakan Pulih Sepenuhnya pada 2024

Kontribusi ekonomi pariwisata diperkirakan 3,3 triliun dolar AS di 2023 secara global

Foto udara kawasan pemukiman masyarakat pesisir yang terlindungi oleh hutan mangrove di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (2/1/2024). Hutan mangrove berfungsi sebagai penghalang alami terhadap badai dan ombak, melindungi garis pantai dari erosi serta membantu mengurangi dampak bencana alam dan mangrove juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pariwisata dan penangkapan ikan, udang dan kepiting.
Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
Foto udara kawasan pemukiman masyarakat pesisir yang terlindungi oleh hutan mangrove di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (2/1/2024). Hutan mangrove berfungsi sebagai penghalang alami terhadap badai dan ombak, melindungi garis pantai dari erosi serta membantu mengurangi dampak bencana alam dan mangrove juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pariwisata dan penangkapan ikan, udang dan kepiting.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Organisasi Pariwisata Dunia (WTO) pada Jumat (19/1) memperkirakan bahwa industri pariwisata internasional diperkirakan akan kembali ke kondisi sebelum pandemi pada tahun ini, menyusul kebangkitan kembali industri tersebut sepanjang 2023.

"Setelah permintaan yang tertunda, peningkatan transportasi udara dan pemulihan pasar serta tujuan wisata di Asia yang lebih kuat, kondisi tersebut diperkirakan akan mendukung pemulihan sepenuhnya pada akhir 2024," demikian menurut keterangan badan PBB tersebut.

Baca Juga

Sepanjang 2023, pasar pariwisata internasional mencapai 88 persen dari kondisi sebelum pandemi dengan 1,3 miliar jumlah kunjungan wisatawan.

Timur Tengah memimpin pemulihan tersebut dan muncul sebagai satu-satunya wilayah yang melampaui tingkat kedatangan sebelum pandemi dengan jumlah kedatangan 22 persen lebih tinggi dibanding 2019.

 

Sementara Eropa, wilayah yang paling banyak dikunjungi di dunia, mencapai 94 persen dari tingkat sebelum pandemi, berkat permintaan intra-regional dan perjalanan dari Amerika.

Afrika dan Amerika berhasil mencapai pemulihan dengan 96 persen pengunjung sebelum pandemi, sementara Asia dan Pasifik mencapai 65 persen dari tingkat pengunjung pada 2019 setelah dibukanya kembali beberapa pasar dan daerah tujuan wisata.

Total pendapatan dari sektor pariwisata, termasuk transportasi penumpang diperkirakan mencapai 1,6 triliun dolar AS pada 2023, hampir 95 persen dari 1,7 triliun dolar AS pada 2019, demikian menurut badan tersebut.

Perkiraan awal menunjukkan kontribusi ekonomi pariwisata adalah 3,3 triliun dolar AS pada 2023, atau 3 persen dari produk domestik bruto global.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement