Selasa 16 Jan 2024 15:58 WIB

Perbanyak Investor Saham Syariah, BSI Luncurkan RDN Online  

Saat ini potensi saham syariah di Tanah Air sangatlah besar.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ahmad Fikri Noor
Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna.
Foto: Dok Republika
Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi meluncurkan layanan Rekening Dana Nasabah (RDN) Online, Selasa (16/1/2024). Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, dengan pembukaan RDN Online ini bisa memberikan cara baru dan model baru bagi para investor perbankan syariah. 

Ia menuturkan, saat ini potensi saham syariah di Tanah Air sangatlah besar. Namun, jika dilihat dari penetrasinya masih rendah yakni hanya 2,6 persen dari 5,7 juta investor. Artinya, investor yang bertransaksi melalui RDN bank syariah baru mencapai 37 ribu investor. 

Baca Juga

Sehingga, kehadiran RDN Online dari BSI akan mendongkrak jumlah investor syariah di Indonesia. Sebagaimana diketahui, Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menargetkan investor pasar modal syariah bisa tembus 1 juta pada 2024.

"Kami berharap akan ada satu juta rekening untuk saham syariah bisa kita wujudkan," kata dia dalam Grand Launching RDN Online BSI di BEI Jakarta, Selasa (16/1/202).

 

Hadir dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, BSI merupakan bank umum syariah (BUS) yang pertama menyediakan RDN Online. Hal itu pun menjadi satu milestone dalam perkembangan pasar modal syariah Indonesia. 

"Milestone sejarah pasar modal syariah Indonesia sudah dimulai sejak 1997 di mana reksa dana syariah pertama dimunculkan dan dikeluarkannya Jakarta Islamic Index yang berisi 30 saham, lalu ada fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI)," kata Jeffrey. 

Saat ini, dari 910 saham yang tercatat di BEI, 628 atau 69 persen adalah saham syariah. Selain itu, Indonesia juga yang pertama menerapkan SOTS (Sharia Online Trading System). 

"Bahkan, Abu Dhabi mau belajar di Indonesia, belajar online trading system. Empat tahun berturut-turut dapat the best Islamic capital market," kata dia. 

Dengan pencapaian yang cemerlang ini menurutnya perlu disyukuri. Meskipun, pencapaian ini masih belum optimal lantaran saat ini investor saham syariah baru 138 ribu investor dari 12,8 juta investor, sehingga angka ini harus terus ditingkatkan. 

"Inisiatif BSI ini kami sambut baik, bisa memudahkan masyarakat yang mau menjadi investor syariah dan anggota bursa pun bisa segera memanfaatkan inisiatif tersebut agar potensi pasar modal syariah terus dikembangkan ke depannya," harapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement