Jumat 22 Dec 2023 15:06 WIB

Tindak Lanjuti Arahan Wapres, KNEKS Perbanyak Zona KHAS di Berbagai Klaster

Kawasan ini bisa memberikan kenyamanan kepada pengunjung Masjid Istiqlal.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ahmad Fikri Noor
Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) Masjid Istiqlal.
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) Masjid Istiqlal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) terus memperbanyak kawasan Zona Kuliner Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di berbagai titik. Hal ini demi memberi kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, terutama dalam memastikan kehalalan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi.

Ini juga sebagaimana arahan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin yang juga Ketua Harian KNEKS agar terus mendorong semakin banyaknya Zona KHAS di setiap wilayah.

Baca Juga

Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Manajemen Eksekutif KNEKS Putu Rahwidhiyasa mengatakan, kawasan Zona KHAS merupakan program mudah dan sederhana yang bisa diterapkan di satu area dengan memastikan produk yang disajikan halal, aman dan sehat. Kawasan Zona KHAS di Indonesia saat ini sudah ada di beberapa klaster, di antaranya pasar, rumah sakit, perguruan tinggi, tempat wisata, hingga masjid.

Untuk klaster pasar ada di Pasar Mambo di Pangkalpinang, perguruan tinggi di ITS, rumah sakit Al Islam di Bandung, tempat wisata ada di pantai di Makassar dan Riau Garden, dan terbaru yang baru diresmikan Zona KHAS berbasis masjid di Istiqlal.

 

"Jadi sudah bervariasi bentuk Zona KHAS yang kita miliki, ke depan juga akan dikembangkan di klaster lainnya," ujar Putu di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

Putu juga mengatakan, program ini akan terus berkembang seiring dengan kebutuhan dan pengembangan produk halal. Ia juga berharap Zona KHAS di Masjid Istiqlal ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap UMKM kuliner halal, aman dan sehat. Kedepannya, program ini akan diimplementasikan pada Kawasan Kuliner lainnya, termasuk di masjid lainnya di Indonesia. 

"Ini menjadi Zona KHAS berbasis masjid pertama di masjid kebanggaan Indonesia. Insya Allah kami akan copy ke masjid-masjid lainnya di Indonesia," ujar Putu.

Kepala Bidang Riayah Badan Pengelola Masjid Istiqlal Ismail Cawidu menyambut baik peresmian kawasan Zona Khas di Masjid Istiqlal. Menurutnya, adanya kawasan ini bisa memberikan kenyamanan kepada pengunjung Masjid Istiqlal perihal kehalalan makanan dan minumannya.

"Dalam Islam hanya ada dua kategori makanan yaitu halal dan toyyib, Penggabungan halal dan toyyib sangat tepat diluncurkan di Istiqlal karena visi Istiqlal itu adalah terwujudnya masjid ini sebagai lembaga pemberdayaan umat," ujar Ismail.

Ia menambahkan, pengembangan Zona KHAS juga relevan dilakukan di masjid-masjid. Sehingga fungsi rumah ibadah bukan semata-mata untuk beribadah, tetapi juga pemberdayaan umat. Ia berharap melalui Zona KHAS ini juga memberi kesejahteraan bagi umat melalui program UMKM.

Beberapa waktu lalu, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin yang juga Ketua Harian KNEKS terus mendorong semakin banyaknya zona kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di setiap wilayah. Hal ini disampaikannya saat meresmikan Zona KHAS di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kiai Ma'ruf menilai kehadiran Zona KHAS penting untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

"Semoga seterusnya makin banyak kemunculan Zona KHAS di seluruh pelosok Indonesia," ujar Kiai Ma'ruf dalam keterangannya, Rabu (30/8/2023).

Menurutnya, kehadiran zona halal akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat. Terutama dalam memastikan kehalalan dan keamanan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi.

"Semoga seterusnya makin banyak kemunculan Zona KHAS di seluruh pelosok Indonesia, demi menghadirkan kenyamanan dan keamanan konsumsi produk halal bagi masyarakat," ujar Wapres.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement