Kamis 23 Nov 2023 18:41 WIB

Budaya Kopi Indonesia Usung Nilai dan Tradisi di Qatar

Meski sejarahnya pahit, kopi Indonesia bisa berbuah manis di masa kini.

Petani menunjukkan biji kopi saat dipanen di sentra perkebunan kopi Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Minggu (31/10/2021).
Foto: Antara/Rahmad
Petani menunjukkan biji kopi saat dipanen di sentra perkebunan kopi Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Minggu (31/10/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Museum Nasional Qatar menggelar pameran budaya yang mengeksplorasi sejarah kopi sebagai bagian dari Tahun Budaya Qatar-Indonesia 2023 untuk memperkuat hubungan budaya kedua negara.

Direktur Jenderal Kebudayaan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid mengatakan bahwa pameran tersebut membanggakan karena Indonesia dapat menyajikan budaya kopi Nusantara di Qatar. Kopi di Nusantara sendiri memiliki sejarah yang panjang, mulai dari sejarah yang pahit hingga berbuah manis seperti saat ini.

Baca Juga

"Secara literal buahnya yang pahit, juga secara sejarah punya catatan pahit. Namun sekarang kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kopi di Indonesia bukan sekedar minuman, tapi membawa nilai dan sarat tradisi. Oleh karena itu yang kita pamerkan bukan kopinya, tapi budaya kopi," kata Hilmar melalui rilis pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Doha, yang diterima di Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Hilmar juga mengatakan bahwa pameran budaya kopi tersebut merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian Tahun Budaya Qatar. "Dalam satu tahun penuh, ada berbagai kegiatan lain, journey photo, kajian bersama, berbagai workshop budaya Indonesia di Qatar, hingga kekuatan sastra Indonesia dihadirkan di Qatar," tambah Hilmar.

KBRI berharap pameran tersebut dapat menghidupkan budaya kopi Indonesia melalui tampilan yang interaktif, proyeksi yang imersif, hingga pemandangan, aroma, dan lanskap suara yang membawa para pengunjung pada sejarah dan budaya kopi di Indonesia. Pameran dengan tema "Menanam Kopi, Minum Qahwa" tersebut diselenggarakan dalam lima bagian tematik, mulai dari menanam hingga minum kopi sebagai bagian dari tradisi bersama antara Indonesia dan Qatar.

Pameran tersebut terbagi dalam lima bagian tematik, mulai dari penjelasan apa itu kopi, menanam dan memperdagangkan kopi, memanggang dan menyeduh, menyajikan dan minum sampai pada tema tentang kopi dan kreativitas yang mengeksplorasi bagaimana kopi dapat mendorong kreativitas baik di Indonesia dan juga Qatar.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement