Jumat 27 Oct 2023 01:56 WIB

Sudah Halal Ternyata Banyak Cuan, Instrumen Investasi Ini Disebut Menarik di Tahun Politik

BSI berkolaborasi dengan sejumlah manager investasi luncurkan enam reksa dana syariah

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna memberikan sambutan pada acara Priority Gathering Market Outlook 2024: Finding Silver Lining in A Year of Uncertainty di The Langham Hotel Jakarta, Rabu (25/10/2023). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkolaborasi dengan sejumlah manager investasi di Indonesia meluncurkan 6 produk reksa dana syariah untuk meningkatkan minat masyarakat berinvestasi di pasar modal syariah. Hal ini sejalan dengan komitmen BSI mendorong peningkatan inklusi keuangan syariah, khususnya di pasar modal syariah.
Foto: Dok Republika
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna memberikan sambutan pada acara Priority Gathering Market Outlook 2024: Finding Silver Lining in A Year of Uncertainty di The Langham Hotel Jakarta, Rabu (25/10/2023). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkolaborasi dengan sejumlah manager investasi di Indonesia meluncurkan 6 produk reksa dana syariah untuk meningkatkan minat masyarakat berinvestasi di pasar modal syariah. Hal ini sejalan dengan komitmen BSI mendorong peningkatan inklusi keuangan syariah, khususnya di pasar modal syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Sales & Distribution Bank Syariah Indonesia (BSI) Anton Sukarna menyebut reksa dana syariah, khususnya reksadana pasar uang, masih menjadi instrumen investasi yang menarik di tengah kondisi ekonomi dan politik yang tidak menentu pada 2024. Oleh karena itu, BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia senantiasa memberikan layanan dan produk terbaik bagi setiap nasabah. 

"Kami mencoba untuk memberikan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari nasabah, baik secara finansial maupun spiritual bahkan sosial. Bank Syariah Indonesia ingin memberikan insight kepada nasabah prioritas dan membicarakan tentang kondisi ekonomi dunia serta Indonesia pada 2024, termasuk menyusun strategi investasi berkelanjutan yang manfaatnya tidak hanya untuk saat ini, namun juga untuk generasi mendatang,” kata Anton, Kamis (26/10/2023).

Terbaru, BSI berkolaborasi dengan sejumlah manager investasi di Indonesia meluncurkan enam produk reksa dana syariah untuk meningkatkan minat masyarakat berinvestasi di pasar modal syariah. Dengan peluncuran produk terbaru reksa dana syariah ini, BSI total memasarkan lebih dari 20 produk reksa dana syariah dengan berbagai kelas aset sesuai profil risiko dan kebutuhan nasabah.

Keenam produk reksa dana syariah tersebut yakni Trimegah Kas Syariah, TRIM Syariah Berimbang, TRIM Syariah Saham, Sucorinvest Sharia Money Market Fund, Sucorinvest Sharia Sukuk Fund, dan Batavia Dana Saham Syariah. 

 

“Keenam produk tersebut termasuk dalam kelas aset reksa dana syariah pasar uang, reksa dana syariah pendapatan tetap, reksa dana syariah campuran dan reksa dana syariah saham. Produk terbaru tersebut menambah produk – produk reksa dana syariah di BSI,” kata Anton.

Dalam hal ini, BSI berkolaborasi dengan Mandiri Manajemen Investasi, Bahana TCW Investment Management, BNP Paribas Asset Management, Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Manulife Aset Manajemen Indonesia, Sucorinvest Asset Management, dan Trimegah Asset Management untuk bersama-sama memperluas inklusi keuangan syariah di pasar modal. BSI, lanjut Anton, berkomitmen hadir sebagai sahabat finansial, spiritual, dan sosial bagi nasabah.  

Anton meyakini, penambahan produk terbaru reksa dana syariah ini juga dapat melengkapi kebutuhan dan memberikan lebih banyak pilihan kepada nasabah yang akan berinvestasi syariah khususnya dalam instrumen reksadana. 

Reksa dana syariah ini juga ditargetkan untuk segala profil nasabah. "Hal ini karena reksa dana syariah di BSI terdiri dari berbagai kelas aset yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan, goal, dan profil risiko nasabah melalui produk – produk tersebut. Dengan itu nasabah dapat meraih berkah melalui investasi reksa dana syariah,” tuturnya.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement