Ahad 22 Oct 2023 22:07 WIB

Sukabumi Maksimalkan Pengembangan Ekonomi Pondok Pesantren

Saat ini terdapat 118 pesantren yang terdaftar di Kota Sukabumi.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Lida Puspaningtyas
Pelatihan budidaya nila di Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Jalan Nangela, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Foto: Dok. Sdg
Pelatihan budidaya nila di Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Jalan Nangela, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pondok pesantren (Ponpes) di Kota Sukabumi didorong maksimal untuk mengembangkan ekonomi. Hal ini dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi yang berupaya mendorong ponpes agar dapat mandiri dengan berbagai program seperti One Pesantren One Product (OPOP) dan bantuan inkubasi bisnis.

''Kami mendukung pengembangan usaha di pesantren, sehingga ponpes dapat mandiri secara ekonomi,'' ujar Kepala Kemenag Kota Sukabumi Samsul Puad kepada wartawan, Ahad (22/10/2023).

Ia mengatakan saat ini terdapat 118 pesantren yang terdaftar di Kota Sukabumi. Samsul menerangkan, setiap ponpes dapat mengembangkan produk unggulan dan meningkatkan kesejahteraan guru ngaji serta menciptakan lapangan kerja bagi para santri.

''Dukungan pemerintah melalui program OPOP dan bantuan inkubasi bisnis tentunya dapat mendukung pengembangan ekonomi pesantren dan menciptakan lapangan kerja bagi santri,'' katanya.

Samsul menuturkan, OPOP merupakan program unggulan Pemprov Jawa Barat yang disebut pesantren juara. Sehingga pesantren dapat memenuhi kebutuhannya sendiri serta berkontribusi pada pengembangan perekonomian umat.

Dengan adanya bantuan dan dukungan ini, terang Samsul, ponpes bisa berkontribusi dalam pengembangan perekonomian umat. Di sisi lain Pemkot Sukabumi juga terus berupaya untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada pesantren agar dapat mandiri dan berkontribusi maksimal dalam pembangunan daerah.

''Berbagai upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil sesuai harapan,'' tutur Samsul.

Semoga dengan upaya kolaborasi ini semua Ponpes di Sukabumi dapat semakin mandiri dan bisa mengembangkan ekonomi sesuai dengan potensinya masing-masing.

Hal ini kata Samsul dapat menggerakan ekonomi daerah. Khususnya mensejahterakan warga dalam hal jni kalangan pesantren.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement