Kamis 14 Sep 2023 19:30 WIB

Desa Pengudang di Bintan Potensial Dikembangkan Jadi Wisata Halal

Konsep wisata halal di Desa Pengudang tidak hanya berfokus pada makanan minuman.

Sejumlah wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di pinggiran pantai Hhotel Holiday Resort Lombok, Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, NTB, Sabtu (8/10/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat rata-rata lama menginap wisatawan atau tamu di hotel bintang dan non bintang di NTB pada Agustus 2022 kurang dari dua hari yang dipicu oleh mahalnya harga tiket pesawat dan berdampak pada angka kunjungan dan lama menginap wisatawan.
Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi
Sejumlah wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di pinggiran pantai Hhotel Holiday Resort Lombok, Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, NTB, Sabtu (8/10/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat rata-rata lama menginap wisatawan atau tamu di hotel bintang dan non bintang di NTB pada Agustus 2022 kurang dari dua hari yang dipicu oleh mahalnya harga tiket pesawat dan berdampak pada angka kunjungan dan lama menginap wisatawan.

REPUBLIKA.CO.ID, BINTAN -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ronny Kartika menyebut Desa Pengudang potensial dikembangkan menjadi salah satu objek wisata halal di daerah tersebut.

"Pengembangan wisata halal di Desa Pengudang, tentu akan menawarkan konsep nuansa wisata baru di Bintan," kata Sekda Ronny Kartika di Bintan, Kamis (14/9/2023).

Ia mengatakan pengembangan wisata halal di Desa Pengudang akan diimplementasikan serta dikaji secara lebih komprehensif dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

Menurutnya konsep wisata halal bisa diimplementasikan melalui ketersediaan home stay rumah penduduk serta daya tarik kuliner tradisional lokal di Desa Pengudang.

Konsep wisata halal juga merupakan konsep wisata yang ramah wisatawan muslim atau moeslim friendly. Hal ini menjadi sebuah branding yang pas untuk Desa Pengudang yang penduduknya mayoritas muslim.

Di sisi lain, katanya, Desa Pengudang memiliki pemandangan pedesaan yang hijau dan alami dengan dikelilingi pemandangan laut.

"Bahkan banyak wisatawan asing saat ini yang mau tinggal dari dua hingga delapan hari saat datang ke Bintan, namun menginginkan konsep wisata seperti menikmati kuliner tradisional atau sekedar bersepeda menikmati keindahan panorama desa," ungkapnya.

Secara terpisah, Koordinator Pusat Kajian Produk Halal Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Lily Viruly, menyatakan pihaknya akan menjadikan Desa Pengudang sebagai proyek percontohan kawasan wisata halal berbasis kearifan lokal.

Dia menyebut konsep wisata halal di Desa Pengudang kelak tidak hanya berfokus pada makanan dan minuman khas saja, namun UMRAH akan menawarkan seperangkat wisata berbasis halal yang lengkap.

Bukan sebatas makanan dan minuman khas yang halal tapi akan menawarkan seperangkat wisata berbasis halal di antaranya penginapannya, budaya yang ditawarkan, pendampingan para wisatawan, pakaian syar’i dan pemisahan wisatawan berdasarkan jenis kelamin, kecuali wisatawan berwisata satu keluarga maka akan disediakan paket wisata keluarga.

"Kami (UMRAH) siap membantu Pemkab Bintan dalam hal pengembangan objek wisata halal, karena potensinya sangat besar, khususnya di Desa Pengudang," kata Lily.

Desa Pengudang adalah sebuah desa pesisir yang berada di Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, merupakan desa wisata yang berbasis masyarakat dan lingkungan yang mempunyai tiga ekosistem andalan yaitu padang lamun, terumbu karang dan bakau.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement