Selasa 11 Jul 2023 07:32 WIB

Dorong Pertumbuhan Investasi Syariah dengan Maksimalkan Bonus Demografi

Anak muda yang punya pemahaman akan terhindar dari investasi bodong.

Komunitas Ruang Anak Muda kembali menyelenggarakan Indonesia Sharia Investment (INSAV) 2023.
Foto: Dok Republika
Komunitas Ruang Anak Muda kembali menyelenggarakan Indonesia Sharia Investment (INSAV) 2023.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Komunitas Ruang Anak Muda kembali menyelenggarakan Indonesia Sharia Investment (INSAV) 2023. Berformat Talk Show, INSAV Talk 2023 diselengarakan di Citos, Jakarta Selatan, Senin 10 Juli 2023. Kolaborasi dengan IFIC Community, INSAV Talk 2023 adalah sebuah upaya mendorong pertumbuhan iklim investasi syariah Indonesia dengan memaksimalkan market bonus demografi. 

Anggota Komisi VI DPR-RI, Nevi Zuarina mengapresiasi kegiatan INSAV Talk 2023 yang dapat terselenggara dengan baik. Menurut Nevi, jika anak muda yang notabene sebagai investor pemula dapat teredukasi dengan baik, ia yakni tindak kejahatan investasi bodong mampu diminimalisir. 

Baca Juga

"Kegiatan INSAV ini bagus sekali, bagaimana anak muda selaku bonus demografi  diberi pemahaman hingga pada akhirnya nanti mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, utamanya di sektor syariah" kata Nevi saat memberi kata sambutan pada INSAV Talk 2023 di Citos Jakarta, Senin (10/7/2023). 

Menurut Nevi, kalau anak muda punya pemahaman, mereka akan terhidar dari jebakan investasi bodong, baik dalam bentuk koperasi, Binomo  dan lainnya, Nevi mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi ekonomi syariah yang begitu besar, dan dia mengaku optimis bahwa tren pertumbuhan akan terus berlanjut. 

 

"Mayoritas penduduk Indonesia, yakni 87 persen memeluk Islam. Sehingga secara market size, ekonomi syariah mempunyai pontensi yang sangat besar. Bisa kita lihat, begitu BSI diluncurkan, hasilnya mengalami pertumbuhan progresif. Artinya penerimaan masyarakat cukup bagus," tutur dia. 

Kendati begitu Nevi mengigatkan pentingnya untuk menjaga iklim investasi yang nyaman dan kondusif, lantaran besarnya market size tidak akan berdampak positif bila  investasi bodong tidak mampu diredam. 

"Ini sudah betul apa yang dilakukan oleh Ruang Anak Muda dalam hal memfasilitasi edukasi investasi agar dapat pemahaman untuk menangkal investasi bodong. Jadi tugas kita bukan hanya mendorong pertumbuhan investasi syariah, tapi kita juga berupaya menjaga agar tidak terjadi penyimpangan. Kalau marak investasi bodong, maka muncul rasa ketidakpercayaan dan ketidaknyamanan. Sehingga bonus demografi tidak bisa dikonversi secara positif," pungkasnya. 

Pada saat yang sama, Direktur Eksekutuf Ruang Anak Muda, Robert E. Sudarwan menjelaskan, bahwa Milenial dan Gen Z perlu dukungan agar memahami sektor investasi secara mendalam. Dengan pemahaman yang ada, dia yakin mampu menangkal investasi bodong hingga tercipta iklim investasi yang kondusif. 

"Ini tahun ke dua Ruang Anak Muda menyelenggarakan INSAV. Kita sangat konsen dengan Milenial dan Gen Z yang merupakan bonus demografi. Dengan market size yang begitu besar, tentu sangat potensial untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi syariah," kata Robert.

Senada dengan Robert, Direktur Eksekutif IFIC Community Febri Zulhenda menambahkan bahwa untuk mengoptimalkan potensi Milenial dan Gen Z, perlu dukungan dan kolaborasi semua pihak, baik itu pemerintah maupun swasta, terutama para pelaku industri keuangan di Indonesia.

"Masalahnya tidak sedikit yang terjerumus investasi bodong, karenyanya kami berinisiatif, sebagai sesama generasi Milenial dan Gen Z untuk terus melakukan edukasi kepada mereka tentang keuangan dan investasi syariah, agar mereka dapat pemahaman yang baik mengenai investasi, terutama investasi syariah. Tentu dengan dukungan dan kolaborasi semua pihak," tutup Henda.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement