Rabu 07 Jun 2023 22:35 WIB

Investor Domestik Ritel Makin Bisa Diandalkan, Pasar Surat Berharga Makin Berdaya Tahan

Yang laris tidak hanya tiket konser, tapi obligasi ritel juga laris.

Warga mencari informasi mengenai Surat Berharga Negara (SBN) jenis Sukuk Tabungan Seri ST010 di Jakarta, Kamis (18/3/2023). Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyebut realisasi pembiayaan utang melalui Surat Berharga Negara (SBN) hingga kuartal I/2023 mencapai Rp217,6 triliun.
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warga mencari informasi mengenai Surat Berharga Negara (SBN) jenis Sukuk Tabungan Seri ST010 di Jakarta, Kamis (18/3/2023). Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyebut realisasi pembiayaan utang melalui Surat Berharga Negara (SBN) hingga kuartal I/2023 mencapai Rp217,6 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas (Mansek) Handy Yunianto mengatakan pasar obligasi ritel di Tanah Air akan semakin resilient (tangguh) seiring meningkatnya investor domestik dan menurunnya ketergantungan terhadap investor asing.

"Itu cita-cita yang ingin diperoleh oleh pemerintah. Sehingga makin banyak investor domestik, makin kuat, marketnya makin stabil," ujarnya dalam Equity and Fixed Income Markets Outlook 2023 di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (7/6/2023).

Ia menyampaikan saat ini penerbitan obligasi ritel terus meningkat seiring dengan pemerintah yang berkeinginan agar partisipasi investor domestik di pasar obligasi terus meningkat.

"Jadi yang laris tidak hanya tiket konser, tapi obligasi ritel juga laris," ujar Anto, sapaan akrab HandyYunianto.

Untuk Surat Berharga Negara (SBN) Ritel, pemerintah telah menerbitkan Sukuk Tabungan (ST) seri ST010 pada 12 Mei 2023, dengan dua pilihan tenor investasi yaitu dua tahun untuk ST010T2, dan tenor empat tahun untuk ST010T4.

Ia menyarankan investor untuk memilih obligasi ritel yang berjangka waktu panjang, dikarenakan berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar seiring dengan tren suku bunga acuan yang akan menurun ke depannya.

"Buat investor yang punya dana dan bisa nge-lock agak panjang, lima tahun bisa jadi pilihan. Karena, yieldnya lebih atraktif, dan biasanya tren suku bunga akan turun, yang jangka panjang ini potensi gain (keuntungan) juga besar," ujar Anto.

Setelah seri ST010, pemerintah berencana akan menerbitkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI023 pada 26 Juni hingga 20 Juli 2023, yang akan ditawarkan dalam dua tenor.

Kemudian, berencana akan menerbitkan Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR019 akan ditawarkan pada 18 Agustus hingga 13 September 2023, dan menerbitkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI024 yang ditawarkan pada 9 Oktober hingga 2 November 2023 dalam dua tenor investasi.

Selain itu, pemerintah akan menerbitkan Sukuk Tabungan (ST) seri ST011dengan fitur non tradable yang dikelola sesuai dengan prinsip syariah ini pada 3 hingga 29 November 2023.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement