Senin 29 May 2023 20:05 WIB

Tantangan Perbankan Syariah Saat Ini, Pakar: Belum Tunjukkan Keunikan

Hijra Bank telah mengalami pertumbuhan pengguna lebih dari 200 persen.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pakar Keuangan Islam Mulya Effendi Siregar dalam acara diskusi tentang Kinerja Hijra Bank dan Potensi Keuangan Syariah Indonesia di Jakarta, Senin (29/5/2023).
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Pakar Keuangan Islam Mulya Effendi Siregar dalam acara diskusi tentang Kinerja Hijra Bank dan Potensi Keuangan Syariah Indonesia di Jakarta, Senin (29/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Keuangan Islam dan Deputi Komisioner OJK 2014-2017 Mulya Effendi Siregar mengungkapkan tantangan perbankan syariah saat ini adalah mencari cara agar transformasi digital menjadi identitas baru bagi seluruh perbankan syariah di Indonesia terutama  Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS). Hal ini ia sampaikan dalam diskusi panel "Kinerja Hijra Bank dan Potensi Transformasi Digital Keuangan Islam di Indonesia" di Jakarta, Senin (29/5/2023).

“Perbankan syariah saat ini belum memiliki diferensiasi model jika dibandingkan perbankan pada umumnya. Upaya yang dilakukan OJK dan Hijra Bank ini mesti menjadi peluang untuk menciptakan para pelaku industri perbankan syariah untuk mengambil root perbankan syariah yang unik dan tidak mungkin bisa diikuti oleh perbankan konvensional. Saya berharap ini menjadi semangat untuk semuanya,” jelas Mulya.

Baca Juga

Dalam kesempatan tersebut, Mulya memuji kinerja Hijra Bank yang cukup baik meskipun baru berusia enam bulan. Meski sebagai pemain baru di perbankan syariah berbasis digital, Hijra Bank telah mengalami pertumbuhan pengguna lebih dari 200 persen. Kebanyakan penggunanya dari generasi milenial dan gen-Z. 

Co-Founder Hijra Dima A Djani mengatakan, Hijra Bank terus berupaya untuk meningkatkan kinerja operasional dan kinerja keuangan agar menjadi BPRS yang berhasil menghadapi tantangan di era digital. “Kami harus tetap optimis dan mendukung berbagai inovasi keuangan syariah di Indonesia. Potensi yang begitu besar di Indonesia dapat membuat industri perbankan syariah terus tumbuh, bahkan semakin kuat. Semoga kehadiran Hijra Bank dapat menjadi pemicu yang baik bagi BPR/BPRS lainnya untuk bertransformasi digital,” kata Dima.

Dalam satu semester, Hijra Bank telah melakukan transformasi digital dengan berbagai inovasi dan inisiatif yang telah dilakukan selama enam bulan ke belakang. Hijra Bank membuat Hijra Box, fitur khusus untuk membantu masyarakat kelola keuangan dengan cermat sesuai dengan tujuan masing-masing yang diinginkan. Kemudian, terdapat pembiayaan perumahan syariah bernama HijraHome. Untuk menopang gaya hidup masyarakat saat ini, Hijra Bank juga mengeluarkan fitur Hijra Lifestyle yakni yang memfasilitasi ilmu seputar tantangan masyarakat era modern seperti parenting, kesehatan mental, hingga rumah tangga. 

Ada juga PPOB, fitur yang memungkinkan pengguna untuk membayar tagihan rutin seperti listrik, air, telepon, internet, TV kabel, pulsa telepon, dan lainnya. Lalu, BI Fast dan HijraBiz Individual yakni untuk memfasilitasi pembayaran ritel secara realtime. Terakhir, Hijra Bank juga bermitra dengan ekosistem halal untuk memperkuat peran Hijra Bank di antaranya bersama Paragon, Wardah, dan MakeOver. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement