Senin 15 May 2023 22:11 WIB

Pemilu Turki Pengaruhi Hubungan Bisnis dengan Indonesia?

Turki menempati posisi ke-12 di dunia dan kelima di Eropa dalam hal kapasitas EBT.

Rep: Novita Intan/ Red: Lida Puspaningtyas
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) saat meninjau logistik bantuan yang akan dikirimkan untuk korban gempa Turki dan Suriah di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (21/2/2023). Pemerintah Indonesia kembali mengirimkan bantuan untuk korban gempa Turki dan Suriah berupa 140 ton bahan makanan dan logistik yang dibutuhkan korban gempa.
Foto:

Potensi kerja sama energi terbarukan

Terkait dengan agenda ekonomi hijau dan berkelanjutan, Turki merupakan salah satu negara terdepan yang perlu diteladani. Saat ini, Turki menempati posisi ke-12 di dunia dan kelima di Eropa dalam hal kapasitas terpasangnya dalam energi terbarukan. Turki bahkan menempati urutan pertama di Eropa dalam kapasitas terpasang panas bumi dan kedua di Eropa dalam kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga air.

Alhasil, 54 persen daya listrik terpasang di negara ini terdiri dari energi terbarukan, sementara 97 persen pembangkit listrik yang dibangun tahun lalu dengan kapasitas 3,5 gigawatt didukung oleh sumber terbarukan. Melalui skema ini, seratus juta ton emisi gas rumah kaca per tahun dapat dihindari. Turki meratifikasi Perjanjian Paris dan menyatakan target emisi nol bersihnya pada 2053.

 

Kerja sama pertahanan

Indonesia dan Turki juga pernah menandatangani rencana aksi dari kerja sama pertahanan kedua negara yang bertujuan meningkatkan potensi pelatihan bersama dan kerja sama industri pertahanan.

“Kita baru saja menandatangani hal yang sangat bersejarah dan penting, yaitu rencana aksi yang merupakan tindak lanjut dari hubungan kerja sama strategis antara kedua negara,” ujar Menteri Pertahanan Prabowo Subianto seperti dilansir dari laman Kementerian Pertahanan.

“Saya optimistis kerja sama erat dalam kerangka strategic partnership antara Turki dan Indonesia dapat berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas dunia,” lanjutnya

Prabowo juga mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat baginya dan delegasi Indonesia. “Sekali lagi, terimakasih atas sambutan hangatnya, kerja sama yang telah terjalin selama ini dan kami menantikan kerja sama bersejarah selanjutnya,” ujar Menhan Prabowo.

Menteri Pertahanan Nasional Republik Turki H.E. Hulusi Akar menambahkan kedua pihak telah membicarakan mengenai implementasi kerja sama ini secara lancar sehingga menghasilkan rencana aksi ini.

“Penting bagi kita untuk meningkatkan potensi pelatihan dan kerja sama militer antara negara kita dalam industri pertahanan,” ucapnya.

Menhan Turki berharap hubungan bilateral Indonesia-Turki di bidang pertahanan dapat memberikan kontribusi positif. “Tidak hanya bagi kepentingan nasional kedua negara, tetapi juga bagi keamanan kawasan,” katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement