Selasa 11 Apr 2023 14:02 WIB

Kepri Jajaki Kerja Sama Bidang Pariwisata dengan Uni Emirat Arab

Duta Besar UEA turut mengajak beberapa investor dari Arab.

Objek wisata kampung pelangi, di Kampung Bugis, Tanjungpinang, Kepri.
Foto: antara
Objek wisata kampung pelangi, di Kampung Bugis, Tanjungpinang, Kepri.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menjajaki kerja sama dengan negara Uni Emirat Arab (UEA), salah satunya di bidang pariwisata.

"Kami mulai berupaya mengenalkan potensi Kepri melalui Duta Besar UEA untuk Indonesia," kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad, di Tanjungpinang, Selasa (11/4/2023).

Baca Juga

Ansar menyampaikan, ia bersama Anggota Dewan Pertimbangan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Laksamana TNI (Purn) Marsetio bersama Rektor UMRAH Agung Dhamar Syakti serta Tim Percepatan Pembangunan Kepri sudah menemui Duta Besar UEA untuk Indonesia Y.M. Abdulla Salem Al-Dhaheri, di Jakarta, Minggu (9/4/2023).

Dalam pertemuan perdana dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia itu, Gubernur Ansar berharap dapat menggaet investor dari UEA terutama di bidang pariwisata. Menurutnya, Pemprov Kepri akan mengundang Dubes UEA untuk Indonesia Y.M. Abdulla Salem Al-Dhaheri hadir ke Kepri sekaligus memberi kuliah umum di Kampus UMRAH di Kota Tanjungpinang.

 

Gubernur Ansar juga berencana mengajak Dubes UEA ke sejumlah lokasi wisata yang ada di Kepri, seperti kawasan wisata eksklusif Pulau Bawah, Kabupaten Anambas. Ia pun berharap dalam kunjungan ke Kepri, Duta Besar UEA turut mengajak beberapa investor dari Arab guna mengenalkan spot-spot wisata terbaik yang ada di Kepri.

"Banyak sekali bidang investasi yang bisa kami tawarkan, namun fokus dulu di bidang pariwisata. Selain itu, kami juga minta kepada pihak UMRAH agar menjajaki kerja sama juga dengan kampus-kampus yang ada di UEA. Untuk maju dan berkembang, kami harus membangun relasi lebih luas tentunya," ujar Ansar.

Rektor UMRAH Agung Dhamar Syaktimenyampaikan Dutas Besar UEA rencananya akan memberi kuliah umum di UMRAH pada pertengahan Mei 2023. Adapun materi yang disampaikan menyangkut sumber daya manusia (SDM), kesehatan, politik luar negeri dan pemberdayaan wanita.

"Gubernur juga meminta kepada kami untuk menjajaki kerja sama dengan kampus-kampus yang ada di UEA. Banyak memang yang bisa kami kerjasamakan di bidang pendidikan, namun saat ini masih sebatas penjajakan dulu," ujar Agung pula.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement