REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memastikan seluruh layanan electronic channel (e-channel) perseroan telah kembali normal dan dapat diakses nasabah pada Kamis (8/10). Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah selama layanan mengalami gangguan.
“Seluruh e-channel layanan Bank Syariah Indonesia sudah bisa diakses dan normal. Mohon maaf untuk ketidaknyamanannya,” ujar Wisnu dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).
BSI mengimbau nasabah tetap menjaga kerahasiaan data perbankan dan tidak memberikan PIN, one-time password (OTP), maupun kata sandi kepada pihak mana pun. Nasabah juga diminta mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan BSI.
Untuk memperoleh informasi resmi, nasabah dapat menghubungi BSI melalui BSI Call Center 14040, WhatsApp 0815-8411-4040, serta situs resmi BSI dan akun Instagram Bank Syariah Indonesia.
Sebelumnya, aplikasi perbankan digital BYOND by BSI dilaporkan mengalami gangguan pada Rabu (8/10/2026). Sejumlah pengguna menyampaikan keluhan terkait kendala akses dan transaksi melalui aplikasi tersebut di media sosial Threads.
Keluhan pengguna muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari aplikasi yang mengalami error, pengguna ter-logout secara tiba-tiba, hingga kesulitan kembali masuk ke aplikasi. Gangguan tersebut juga membuat sejumlah pengguna khawatir karena informasi saldo yang ditampilkan tidak sesuai.
Salah satu pengguna Threads mengaku sempat panik setelah melihat saldo rekeningnya tertulis Rp 0. Namun, pengguna tersebut kemudian mengetahui bahwa kondisi itu terjadi karena aplikasi sedang mengalami gangguan.