REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Instrumen sukuk kian menguat sebagai pilihan investasi halal di pasar keuangan nasional. Di tengah fluktuasi pasar saham, minat terhadap surat berharga berbasis syariah itu terus meningkat.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Desember 2025 menunjukkan jumlah seri sukuk negara mencapai 96 seri, sementara sukuk korporasi tercatat 293 seri. Nilai outstanding sukuk juga terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir, baik yang diterbitkan pemerintah maupun swasta.
Vice Director of Sharia Capital Market BEI, Irwan Abdalloh, mengatakan tren pertumbuhan sukuk menunjukkan kepercayaan investor semakin kuat. “Sukuk bukan lagi instrumen alternatif yang marginal. Ia sudah menjadi bagian penting dari ekosistem pasar modal syariah,” ujar Irwan dalam Edukasi Wartawan Pasar Modal yang digelar daring, Kamis (26/2/2026).
Menurut dia, karakter sukuk yang berbasis aset dan menggunakan akad sesuai syariah membuatnya diminati investor yang menghindari unsur riba dan spekulasi berlebihan. Di sisi lain, imbal hasil yang relatif stabil menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi investor dengan profil risiko moderat.